Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Cerah berawan, 25.4 ° C

Cegah Rabies, 100 Anjing dan Kucing Liar Akan Dikebiri

Cecep Wijaya Sari
null
null

NGAMPRAH, (PR).- Guna mencegah tersebarnya rabies, seratus kucing dan anjing liar di Kabupaten Bandung Barat pada tahun ini menjadi sasaran ovariohisterektomi atau kebiri (pemandulan). Hal ini disebabkan hewan-hewan liar tersebut rentan menyebarkan virus rabies.

"Kami tidak tahu berapa banyak anjing dan kucing liar karena sulit mendatanya. Namun tahun ini, kami siapkan 100 dosis untuk pemandulan anjing dan kucing liar," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Apriani, Kamis 10 Januari 2019.

Untuk menjaring kucing dan anjing liar, kata Wiwin, pihaknya menggandeng komunitas pencinta hewan-hewan tersebut. Setelah terjaring, anjing dan kucing liar itu akan diserahkan kepada petugas dari Disnakan untuk dilakukan ovariohisterektomi.

Setelah dikebiri, anjing dan kucing liar itu akan terlebih dahulu dipelihara oleh komunitas tersebut sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali. "Pemandulan ini dikhususkan untuk hewan jantan. Setelah dikebiri, hewan-hewan tersebut aman dilepasliarkan kembali," ujarnya.

Wiwin mengungkapkan, pemandulan kucing dan anjing liar ini sebagai salah satu upaya untuk mengontrol populasi hewan-hewan tersebut agar terhindar dari rabies. Apalagi, pada 2030 nanti, ditargetkan Bandung Barat bebas rabies.

Sejauh ini, pencegahan rabies di Bandung Barat baru dilakukan terhadap hewan-hewan yang ada pemiliknya. Padahal, hewan liar jauh lebih besar berpotensi menyebarkan rabies. "Kalau hewan yang dipelihara, biasanya lebih aman. Justru hewan liar yang berbahaya," tuturnya.

Menurut Wiwin, hingga kini belum ada kasus rabies yang menyerang pada manusia di Bandung Barat. Kasus yang ada, hanya digigit anjing yang bisa disembuhkan dengan penanganan medis.

"Namun, upaya antisipasi harus tetap dilakukan. Sebab jika tidak, penyebaran virus rabies tetap berpotensi terjadi," ujar Wiwin seraya menambahkan, saat ini populasi anjing, kucing, kera, dan musang yang rawan menyebarkan rabies mencapai 4.068 ekor. Sebanyak 3.200 di antaranya sudah diberi vaksin pada Hari Antirabies tahun lalu.

Seperti diketahui, rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Sementara itu, virus rabies ditularkan kepada manusia melalu gigitan hewan, seperti anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.***

Bagikan: