Pikiran Rakyat
USD Jual 13.984,00 Beli 14.082,00 | Umumnya cerah, 21.1 ° C

Buang Sampah ke Legok Nangka, Pemkab Bandung Harus Menyiapkan Anggaran Rp 60 Miliar

Fani Ferdiansyah
TPPAS Legoknangka di Jalan Raya Nagreg.*/ADE MAMAD/PR
TPPAS Legoknangka di Jalan Raya Nagreg.*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- Kabupaten Bandung harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 - 60 miliar jika tempat pembuangan akhir sampah berpindah ke TPPAS Legok Nangka, Nagreg, Kabupaten Bandung, pada tahun 2022. Pasalnya, tipping fee yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi Pemkab Bandung yakni sebesar Rp 386 ribu rupiah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah saat on air di PRFM 107,5 FM News Channel, Kamis 10 Januari 2019, menyebut tipping fee yang ditetapkan tersebut dihitung per ton.

"Kalau kita ke TPA (TPPAS) legok nangka itu tipping fee-nya di angka Rp 386 ribuan per ton. Jadi mungkin bisa Rp 50-60 miliar yang harus  dipersiapkan pemerintah daerah per tahun," kata Asep.

Oleh karena itu, Pemkab Bandung menggencarkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang dimulai sejak 2017. Pengelolaan sampah ini diklaim dapat mengurangi produksi sampah yang dihasilkan warga Kabupaten Bandung.

"Kalau ditangani di sumber hitungan kita, mungkin sampah di setiap rumah itu hanya satu kantong kresek," ucap dia.

Menurut Asep, rasio sampah di Kabupaten Bandung per harinya bisa sebanyak 1.440 ton. Jumlah tersebut, lanjut Asep, dihasilkan dari 3,6 juta jiwa di Kabupaten Bandung yang memproduksi 0,4 kg sampah.

"Rasio sampah di Kabupaten Bandung dengan warganya 3,6 juta orang, rasio sampah per orang per harinya 0,4 kg itu akan timbul sampah baru setiap hari sebanyak 1440 ton. satu bulan itu diangka 43 ribu ton," ujarnya.

TPPAS Legoknangka Jalan Raya Nagreg, Citaman.*/ARIF HIDAYAH/PR

Sebelumnya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi membuang sampah ke TPA Sarimukti dengan tipping fee sebesar Rp 50 ribu rupiah. Diakui Asep, setiap tahunnya Kabupaten Bandung harus mengeluarkan Rp 4-5 miliar setiap tahunnya untuk membayar tipping fee TPA Sarimukti.

Berdirinya TPPAS Le­goknangka yang berlokasi di Blok Legoknangka, De­sa Ciherang dan Desa Nagreg, Kecamatan Na­greg, Kabupaten Bandung, tidak bisa dilepaskan de­ngan kisah tragis di TPA Leuwigajah, Cimahi yang longsor pada 2005 dan menelan korban jiwa 141 orang.

TPPAS Legoknangka yang berluas 78,1 hektare dan ber­ada di wilayah Kabupaten Bandung dan Garut, merupa­kan proyek strategis nasional (PSN) yang termasuk dalam Perpres 58/2017 tentang Per­cepatan Pelaksanaan PSN dan Proyek Prioritas.***

 

Bagikan: