Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Cerah berawan, 26.2 ° C

Bandung Barat Paling Rawan Terjadi Longsor

Hendro Susilo Husodo
POHON tumbang di kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Kamis, 10 Januari 2019.*/HENDRO HUSODO/PR
POHON tumbang di kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Kamis, 10 Januari 2019.*/HENDRO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Hujan beserta angin kencang menumbangkan beberapa pohon dan menimpa sejumlah kendaraan di kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Kamis, 10 Januari 2019. Beberapa hari sebelumnya, longsor terjadi di dua titik di Kecamatan Gununghalu.

Tidak ada korban dalam kejadian pohon tumbang tersebut, namun dua mobil mengalami kerusakan.

Dua hari sebelumnya, Selasa, 8 Januari 2019, longsor terjadi di dua titik di Desa Sirnajaya, Gununghalu. Selain memutus jalan penghubung antarkampung di Kampung Cicariu, ada lagi longsor lain di Sirnajaya yang nyaris menjebol SMA Negeri 1 Gununghalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Duddy Prabowo mengatakan, Bandung Barat merupakan wilayah dengan indeks risiko bencana tinggi. Kecuali tsunami, jenis bencana lainnya seperti tanah longsor, banjir, letusan gunung api, angin puting beliung, sampai kekeringan berpotensi terjadi di KBB.

Namun demikian, dari berbagai bencana tersebut, bencana longsor paling rawan terjadi di Bandung Barat. "Berdasarkan hasil rekapitulasi data kami sepanjang tahun 2018 lalu, tren bencana longsor masih dominan dibandingkan bencana lainnya," katanya. 

Dia menyebutkan, pada tahun lalu tercatat ada 150 kejadian longsor di KBB. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan bencana lainnya, yaitu kebakaran sebanyak 57 kejadian, puting beliung sebanyak 47 kejadian, pergerakan tanah sebanyak 30 kejadian, dan banjir bandang sebanyak 6 kejadian. Total terdapat 290 kejadian bencana di KBB. 

Dari berbagai kejadian bencana pada 2018 tersebut, tercatat ada lima orang yang meninggal dunia.***

Bagikan: