Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Cerah berawan, 25.4 ° C

Rp 30 Miliar untuk Penanganan Banjir Kota Bandung

Muhammad Fikry Mauludy
ADE BAYU INDRA/"PR"

WARGA memancing ikan di Kolam Retensi Sirnaraga seusai diresmikan oleh Walikota Bandung Oded M Danial, di Jalan Citepus, Kota Bandung, Selasa, 8 Januari 2019. Pemkot Bandung berharap kolam retensi tersebut bisa mengatasi banjir yang terjadi akibat luapan sungai Citepus, dan bisa bermanfaat bagi warga salah satunya menjadi kolam pancing dan kawasannya bisa dijadikan tempat berjualan untuk membantu perekonomian warga.*/ADE BAYU INDRA/PR
ADE BAYU INDRA/"PR" WARGA memancing ikan di Kolam Retensi Sirnaraga seusai diresmikan oleh Walikota Bandung Oded M Danial, di Jalan Citepus, Kota Bandung, Selasa, 8 Januari 2019. Pemkot Bandung berharap kolam retensi tersebut bisa mengatasi banjir yang terjadi akibat luapan sungai Citepus, dan bisa bermanfaat bagi warga salah satunya menjadi kolam pancing dan kawasannya bisa dijadikan tempat berjualan untuk membantu perekonomian warga.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Tahun ini Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan anggaran Rp 30 miliar untuk penanganan banjir. Anggaran pembangunan fisik hanya cukup untuk membangun kolam retensi di Gedebage senilai kurang lebih Rp 10 miliar.

“Rp 30 miliar itu termasuk kolam retensi Gedebage. Anggaran untuk fisik sekitar Rp 16-17 miliar, kemudian operasional itu sisanya. Tapi kita kan punya pasukan banyak. Baik dari tukang jaga pompa, pemeliharaan, dan lain-lain. Itu termasuk bayar orang, termasuk ada tanggap darurat seperti membuat bronjong, karung pasir, dan dana darurat,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Arief Prasetya, seusai peresmian kolam retensi Sirnaraga, Selasa, 8 Januari 2019.

Selain banjir yang diakibatkan meluapnya sungai-sungai di kota, DPU juga berupaya terus mengurangi efek banjir cileuncang. Maka, anggaran penanganan banjir itu juga dibantu anggaran revitalisasi trotoar dan drainase kota.

Dimensi drainase diperlebar supaya menjadi akses petugas dalam melakukan operasi pemeliharaan. Petugas masih harus membersihkan saluran dari sedimentasi dan sampah yang menumpuk.

“Saluran drainase kota dulu cuma 1 meter × 30 sentimeter, kecil-kecil, kita gedein jadi 120x80 sentimeter. Gede-gede supaya lebih lancar, minimal air tertampung di saluran. 2019 saya masih melihat yang mana nanti dibangun. Untuk lokasi masih kita pilih,” ujarnya.

FOTO udara pembangunan masjid Al Jabbar di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 14 Desember 2018 lalu. Masjid Al Jabbar yang memiliki konsep masjid terapung dan digadang-gadang akan menjadi masjid terbesar di Jawa Barat tersebut diperkirakan rampung pada 2020 mendatang.*/ANTARA

Setelah kolam retensi Sirnaraga selesai, DPU menyasar timur Bandung. Selain mendapat kolam retensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat di area Masjid Aljabbar, Pemkot Bandung juga akan membangun kolam retensi di depan Pasar Gedebage.

Luas kolam diperkirakan mencapai 3 ribu meter persegi yang bisa menampung air hingga 9 ribu meter kubik. Dengan anggaran Rp 10 miliar, pembangunan akan segera direalisasikan. Saat ini proses pendaftaran lelang tengah disiapkan.

Arief menuturkan, penanganan banjir di cekungan Bandung sangat bergantung pada penanganan rem air di kawasan utara. Di hilir, sungai menyempit, dari minimal enam meter, banyak ditemukan hanya tersisa dua meter.

Oleh karena itu, kata Arief, rampungnya kolam retensi Sirnaraga baru sebatas mengurangi limpasan air dari utara ke hilir Sungai Citepus. Anggaran 2019 akan diupayakan untuk peninggian kirmir sungai di sejumlah titik, pengerukan sedimentasi dan upaya normalisasi sungai juga masih akan berlanjut, untuk menghindarkan warga dari bahaya banjir.

Dari luas lahan 1.972 meter persegi, kolam retensi Sirnaraga mampu menampung air hingga lebih dari 3 ribu meter kubik. Dalam kondisi kering, dasar kolam dengan tembok setinggi 3 meter itu bisa beralih fungsi menjadi lapangan olahraga warga sekitar. Pada 2020, kolam retensi berukuran sama akan dibangun tidak jauh dari lokasi Sirnaraga saat ini.***

Bagikan: