Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Cerah, 23.8 ° C

Berlibur ala Komunitas di Bandung Barat, Jaring 6 Ton Sampah dari Curug Cimahi

Hendro Susilo Husodo
RATUSAN orang dari puluhan komunitas bergotong-royong membersihkan sampah dalam kegiatan Berlibur (Bebersih Keliling Lembur) di sekitar Curug Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 6 Januari 2019. * HENDRO SUSILO HUSODO/PR
RATUSAN orang dari puluhan komunitas bergotong-royong membersihkan sampah dalam kegiatan Berlibur (Bebersih Keliling Lembur) di sekitar Curug Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 6 Januari 2019. * HENDRO SUSILO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Ratusan orang dari puluhan komunitas bergotong-royong membersihkan sampah yang berada di sekitar Curug Cimahi, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 6 Januari 2019. Diperkirakan sampah yang diangkut dalam kegiatan tersebut mencapai 15 meter kubik atau sekitar enam ton.

Dalam kegiatan bertajuk Berlibur (Bebersih Keliling Lembur) itu, ratusan orang mulai berkumpul di Kantor Kecamatan Parongpong pada pagi hari. Mereka kemudian dipencar menjadi dua tim, satu tim bergerak ke arah barat atau ke Curug Cimahi dan satu tim lagi ke arah timur atau ke Terminal Parongpong. 

Koordinator Berlibur, Rudy Praja mengatakan, ada 38 komunitas yang terdaftar mengikuti kegiatan bersih-bersih di Parongpong, dengan jumlah peserta antara 300-400 orang. Menurut dia, gagasan untuk mengadakan kegiatan Berlibur muncul setelah aksi World Cleanup Day (WCD) beberapa waktu lalu. 

"Setelah WCD itu, ada beberapa komunitas yang enggak dibubarkan. Mereka ingin kegiatan untuk membersihkan sampah terus dilanjutkan. Oleh karena itu, kami membuat kegiatan Berlibur ini. Ke depan, rencananya kegiatan seperti ini diadakan rutin setiap bulan di tiap kecamatan," kata Rudy. 

Selain diikuti oleh puluhan komunitas, dia mengatakan, kegiatan tersebut juga didukung oleh berbagai instansi, seperti Dinas Linngkungan Hidup KBB, DPRD KBB, maupun TNI/Polri, termasuk dari Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud). 

Rudy menuturkan, kegiatan Berlibur di Parongpong bukan hanya dilakukan di sekitar Curug Cimahi, tetapi juga di tiga titik lainnya. Titik-titik pembersihan sampah lainnya dilakukan di sekitar Jalan Kolonel Masturi yang berada di wilayah Parongpong.

"Jadi, kami ada tim Gerakan Pungut Sampah. Tim ini memungut sampah yang ada di sepanjang jalan, dari Curug Pelangi sampai ke kantor Kecamatan Parongpong, dari Nagrak ke Kantor Kecamatan Parongpong, dan satu lagi di Katumiri," tuturnya.

Di sekitar Curug Cimahi, pembersihan sampah dilakukan hingga ke sekitar jurang. Pasalnya, orang-orang yang tidak bertanggung jawab tak hanya membuang sampah sembarangan ke pinggir jalan raya, melainkan pula hingga ke sekitar ngarai Curug Cimahi. 

"Sampahnya ada sampai ke jurang-jurang, sementara di bawah jurang ini ada aliran Sungai Cimahi, yang pada akhirnya mengalir ke Sungai Citarum. Bukan tidak mungkin, kalau di Cimahi banjir, salah satu penyebabnya dari sampah di sini. Pembersihan sungai itu harus dari hulu," katanya. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Dinas LH KBB Rudi Huntadi menyebutkan, pihaknya menyediakan tiga unit armada sampah untuk mendukung kegiatan Berlibur di Parongpong. Sebanyak dua unit kendaraan sampah, kata dia, berkapasitas enam meter kubik, sedangkan satu unit lagi berkapasitas tiga meter kubik.

"Kami ikut menerjunkan kekuatan sebanyak 15 personel dalam kegiatan ini. Bertepatan kegiatan di sini, kami juga memiliki dua kegiatan kebersihan yang lain, yaitu di Desa Kayuambon dan di Curug Cibogo, yang posisinya berada di Kecamatan Lembang," katanya.

Rudi menjelaskan, setiap pekan pihaknya telah berupaya membersihkan sampah liar di sekitar Curug Cimahi, dengan mengirimkan dua unit kendaraan pengangkut sampah. Akan tetapi, kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam menjaga kebersihan membuat sampah tersebut terus bertumpuk. 

"Kalau untuk jumlah sampah yang kami angkut hari ini, sesuai dengan kendaraan yang kami kirim, kurang lebih dari lima unit yang dikirimkan yaitu berjumlah 30 meter kubik. Kalau diakumulasikan ke dalam tonase, jumlah sampahnya itu kurang lebih sebanyak 12 ton," tuturnya.***

Bagikan: