Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Pasar Baru Akan Dipugar Modern

Muhammad Fikry Mauludy
PENGUNJUNG usai berbelanja di Pasar Baru Trade Center di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (30/12/2018). Seusai serah terima dari pengelola lama, PD Pasar menargetkan penyegaran bangunan Pasar Baru tersebut.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PENGUNJUNG usai berbelanja di Pasar Baru Trade Center di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (30/12/2018). Seusai serah terima dari pengelola lama, PD Pasar menargetkan penyegaran bangunan Pasar Baru tersebut.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Setelah 17 tahun dikelola PT Atanaka Persada Permai (APP), pengelolaan Pasar Baru Trade Center kembali ke PD Pasar Bermartabat Kota Bandung. Dengan beralihnya pengelolaan, PD Pasar berjanji untuk tidak menaikkan retribusi layanan (service charge) bulanan bagi pedagang Pasar Baru.

Di sisi lain, mereka menargetkan pendapatan hingga lebih dari Rp 3.6 triliun dari perpanjangan SPTB (Surat Pemakaian Tempat Berjualan) yang akan habis pada 2023. Pejabat Sementara Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Andri Salman mengatakan, SPTB seluruh kios yang berjumlah sekitar 4 ribu akan diperpanjang hingga 2048.

“PD Pasar akan menawarkan penjualan kontrak kios baru untuk 25 tahun mendatang kepada pedagang, tentu dengan diskon menarik. Jadi selain ada jaminan tidak ada kenaikan service charge, pedagang diberi bonus tambahan dengan diskon untuk memperpanjang untuk 25 tahun ke depan, yang akan berlaku mulai 2023,” ujar Andri, seusai seremoni serah terima pengelolaan Pasar Baru, di Pasar Baru, Minggu 30 Desember 2018.

Seperti diketahui, SPTB yang berlaku selama 20 tahun sejak 2003 akan habis pada 2023. Hak guna pakai kios Pasar Baru akan diperbaharui dengan kontrak 25 tahun hingga 2048. Terdapat potensi lebih dari 3.6 triliun yang bisa digelontorkan untuk pengembangan Pasar Baru.

“Pengembangan itu seperti mengubah pasar baru menjadi nuansa pasar modern, ada potensi pengembangan dengan perluasan ruang parkir. Jadi pelayanan lebih nyaman untuk konsumen dan pedagang,” ujarnya.

Di luar pendapatan Rp 3.6 triliun itu, kata dia, PD Pasar akan menakar jumlah pendapatan yang muncul selama 3 bulan mendatang. Pendapatan yang disorot di dalam pengelolaan itu meliputi parkir, toilet, pendapatan reklame, hingga jasa sewa lokasi perangkat pendukung infrastruktur telekomunikasi.

“Dalam tiga bulan ke depan kita menganalisis biaya pengeluaran berapa, pendapatan berapa. Kita awasi betul pengeluaran wajar dan pendapatan wajar. Salah satunya pengawasan harian, jangan sampai ada kebocoran pendapatan dari service charge, toilet, serta parkir. Faslitas umum juga ada yang disewakan. Sehingga kita tahu pendapatan dan biaya rata-rata bulanan,” katanya.

Angka yang muncul nantinya akan menjadi dasar yang ditawarkan kepada calon pengelola. Setelah mengundang calon investor pada Maret atau April, lelang selama 1.5 bulan akan menentukan pengelola baru.

“Kita akan konsultasi kepada LKPP dan BPKP untuk mekanisme bisnis dengan mitra baru. Kita harapkan pengelola baru bisa memperbaiki Pasar Baru, mengubah tampilan pasar baru sehingga ada semangat baru, penyegaran. Tambahan lagi kalau modalnya kuat bisa menambah luasan pasar baru, ke samping kiri, kanan, dan belakang,” ujarnya.

Sambil menunggu lelang, pengerjaan perbaikan pasar baru masih disanggupi oleh pengelola lama, PT APP. Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, setelah menjadi ikon belanja kelas internasional, Pasar Baru memiliki potensi besar termasuk bagi PAD Kota Bandung. Sebagai BUMD Kota Bandung, kualitas pengelolaan oleh PD Pasar harus lebih baik agar pedagang dan konsumen lebih nyaman.

“Saya juga berterima kasih kepada PT APP yang sudah bekerja sama dengan pemkot sampai hari ini. Saya minta ada jaminan dari PD Pasar dalam pengelola berikutnya agar kualitas pelayanan lebih baik, termasuk jangan sampai service charge-nya naik, justru harus terjangkau oleh pedagang,” ujarnya. (Muhammad Fikry Mauludy)***

Bagikan: