Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 22.5 ° C

Peralihan Pengelolaan Pasar Baru Dipastikan Tak Akan Mengganggu Pedagang

Muhammad Fikry Mauludy
Pasar Baru Trade Center.*/ADE BAYU INDRA/PR
Pasar Baru Trade Center.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- PD Pasar Bermartabat Kota Bandung memastikan peralihan pengelolaan Pasar Baru dari PT Atanaka Persada Permai (APP) tidak akan mengganggu para pedagang. Mereka menepis isu kenaikan retribusi layanan (service charge) pasca habisnya pengelolaan oleh PT APP.

Di sisi lain, PT APP akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan perbaikan fasilitas meski lewat masa pengelolaan. Penyelesaian sejumlah perbaikan tetap dilakukan hingga tuntas meskipun mendekati masa lelang pengelola baru, pertengahan tahun depan.

“Kita akan terus support, bahkan sampai staf pun kita berikan kepada PD Pasar, hanya salary (gaji)-nya juga diserahkan pada PD Pasar. Kita harus baik sampai akhir, semua perbaikan akan kita selesaikan, secepatnya 3 bulan, selambat-lambatnya 6 bulan,” kata Direktur Utama PT Istana Group (pucuk holding PT APP) Edi Sukamto, di Bandung, Jumat, 14 Desember 2018.

Seperti diketahui, pengelolaan Pasar Baru Trade Center oleh PT APP akan berakhir pada 29 Desember 2018. Penjabat Sementara Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Bermartabat Andri Salman memastikan akan ikut menganalisis perbaikan yang akan dilakukan bersama PT APP. Waktu perbaikan itu diprediksi 3-6 bulan ke depan, sebelum PD Pasar mengumumkan lelang pengelola baru.

“Kita sampaikan niat baik PT APP memperbaiki semua fasilitas yang rusak, mau mesinnya, bocor, toilet, lantai, keramik. Kita juga menyampaikan bahwa tanggal 29 ke tanggal 30 peralihan itu yang di depan tetap PT APP membantu support secara teknis di lapangan,” ujarnya.

PD Pasar menginginkan peralihan pengelolaan ini lancar. Setelah mendatangi pedagang bersama PT APP, ia menepis adanya sejumlah isu seperti kenaikan retribusi layanan bagi pedagang. Ia menjamin SPTB (Surat Pemakaian Tempat Berjualan) yang dipegang pedagang akan diperpanjang hingga 2048.

“(SPTB) Itu sudah cukup bikin senang pedagang. Jadi sekarang itu kalau ada jual beli kios tahun ini, sisa jangka waktunya tinggal 5 tahun lagi, 4 tahun lagi, 2019 sampai 2023. Kalau diperpanjang sampai 2048 jadi menggeliat lagi orang yang membeli kios di Pasar Baru. Terus kalau dijual juga harganya tidak nge-drop,” ujarnya.

Pasar Baru Trade Center.*/ADE BAYU INDRA/PR

Setelah mengambil alih pengelolaan Pasar Baru, kata Andri, PD Pasar akan menakar jumlah pendapatan yang muncul selama 3 bulan mendatang. Angka yang muncul nantinya akan menjadi dasar yang ditawarkan kepada calon pengelola. Calon pengelola mendatang juga akan diminta inovasi agar bisa meningkatkan pendapatan pasar yang disebut-sebut Tanah Abangnya Bandung itu.

“Kalau ada dokumen dari APP tetap kita harus verifikasi pendapatan bulanan berapa. Nanti kita lihat, pendapatan itu kalau dilelang 5 tahun jadi berapa, kalau lebih dari 5 tahun angkanya berapa. Angka-angka itu yang masih harus dicari,” katanya.

Pendapatan yang disorot di dalam pengelolaan juga meliputi parkir, toilet, pendapatan reklame, hingga jasa sewa lokasi perangkat pendukung telekomunikasi (BTS). Ia menargetkan buka lelang pengelola baru pada April 2019, dan menentukan pemenang pada Juni.

Seorang pedagang Pasar Baru, Sudirman Lawe (53) berharap target yang diberikan kepada pengelola tidak terlalu besar. Ia khawatir beban itu akan memberi efek kenaikan retribusi layanan bagi pedagang. Selain itu, ia berharap jaminan perpanjangan SPTB bisa diwujudkan.

“Mudah-mudahan ini menjadi yang semestinya. Kami cukup sabar menunggu 6 bulan terakhir. Pedagang masih was-was jika janji ini tidak direalisasikan. Kami masih menunggu kepastiannya nanti,” ujarnya.***

Bagikan: