Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Lembang Bersiap Hadapi Membeludaknya Sampah Pasca Natal dan Tahun Baru

Cecep Wijaya Sari
Tumpukan Sampah di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.*/DEDEN IMAN/PR
Tumpukan Sampah di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.*/DEDEN IMAN/PR

NGAMPRAH, (PR).- Unit Pelaksana Teknis Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat akan menyiapkan sejumlah armada dan personel untuk mengatasi membeludaknya sampah pasca-Natal dan Tahun Baru nanti. Daerah yang menjadi fokus pengangkutan sampah yaitu di Lembang dan Padalarang.

"Dua daerah itu kerap ramai dikunjungi warga dan wisatawan, terutama pada malam tahun baru. Jadi, kami fokuskan penempatan armada dan personel di sana," kata Pelaksana Tugas Kepala UPT Kebersihan Rudi Huntadi, Jumat, 14 Desember 2018.

Dia menuturkan, sedikitnya 30 personel akan diturunkan untuk melayani pengangkutan sampah di Lembang dan Padalarang. Sementara itu, jumlah armada yang disiapkan masing-masing 3 unit truk dan beberapa armada caisar.

Rudi mengungkapkan, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah tempat wisata, khususnya di Lembang untuk pelayanan pengangkutan sampah ini. "Khusus tempat wisata, mereka biasanya punya TPS sendiri, sehingga itu memudahkan kami untuk melakukan pengangkutan sampah," ujarnya.

Menurut Rudi, volume sampah pascaperayaan Natal dan Tahun Baru sebenarnya lebih sedikit dibandingkan dengan volume sampah saat libur Lebaran. Soalnya, libur Lebaran biasanya lebih lama daripada libur Natal dan Tahun Baru.

"Logikanya, semakin lama libur, semakin banyak orang yang berkunjung ke tempat-tempat wisata. Dan, semakin banyak juga sampah yang dihasilkan," ujar Rudi.

Data UPT Kebersihan KBB, kontribusi sampah dari objek wisata di kawasan Lembang cukup signifikan. Dari 25-30 ton sampah per hari khusus di kawasan Lembang, 60 persennya merupakan sampah yang berasal dari sejumlah objek wisata.

Kondisi itu membuat Terminal Grafika Cikole, salah satu objek wisata di Lembang berinisiatif mengelola sampah secara mandiri. Menurut Jajang, penanggung jawab pengelolaan sampah di objek wisata itu, volume sampah di objek wisata tersebut pada hari biasa sekitar 20 tong per hari. Namun saat hari libur nasional, jumlahnya bisa dua kali lipat.

"Sampah bermacam-macam, mulai dari plastik, kaleng, bekas makanan, hingga sampah yang tidak bisa diolah lagi seperti styrofoam," ujarnya.

Untuk mengelolanya, TW Grafika Cikole membangun 3 mesin di lahan seluas 8x12 meter persegi. Mesin itu terdiri dari mesin press, mesin pencacah, dan mesin pengayak yang beroperasi 8 jam per hari.

"Dengan pengelolaan sampah sendiri, kami bisa mengurangi sampah yang dibuang ke TPA hingga 70 persen lebih. Target kami, semua sampah bisa diolah di sini," ujarnya.***

Bagikan: