Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Sedikit awan, 22 ° C

Tabrakan Beruntun Terjadi di Lembang, Tujuh Kendaraan Terlibat

Hendro Susilo Husodo
PROSES evakuasi kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (14/12/2018).*/HENDRO SUSILO HUSODO/PR
PROSES evakuasi kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (14/12/2018).*/HENDRO SUSILO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Peristiwa tabrakan beruntun terjadi Jalan Raya Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Insiden tabrakan beruntun dimulai saat sebuah bus pariwisata asal Lampung diduga mengalami rem blong.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang melibatkan tujuh kendaran tersebut. Kecelakaan lalu lintas itu sempat mengakibatkan kemacetan di kedua arah hingga sepanjang 3 Km.

Kecelakaan kendaraan yang dialami bus bernomor polisi BE 7184 AU itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Kepala Polsek Lembang Kompol Dedi Hermayadi mengatakan, bus melaju dari arah Subang menuju Bandung.

Saat melewati jalan menurun di depan tempat wisata Grafika Cikole, bus yang mengalami rem blong meluncur hingga menabrak beberapa kendaraan di depannya. 

"Jadi, sopir atas nama Iswanto sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena remnya blong dari atas. Akhirnya yang bersangkutan mencoba untuk mencari tempat untuk berhenti. Namun, di perjalanan yang ada hanya kendaraan-kendaraan," kata Dedi, Jumat 14 Desember 2018. 

Bus tersebut, lanjut dia, akhirnya menabrak empat kendaraan dari arah yang sama dan dua kendaraan lainnya dari arah berlawanan. Dia meyebut total ada tujuh unit kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, termasuk bus pariwisata. 

Dedi menyatakan, dalam kecelakaan beruntun tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban yang mengalami luka berat. "Hanya ada satu penumpang, yaitu seorang ibu yang mengalami luka ringan," ujarnya.

Menurut dia, kendaraan bus yang berukuran cukup besar agak menyulitkan proses evakuasi. Laju kendaraan dari arah Bandung maupun Subang pun menjadi terganggu. Oleh karena itu, para petugas yang mendatangi lokasi kecelakaan membantu evakuasi sekaligus mengatur lalu lintas.

"Kami melancarkan arus lalu lintas, karena kami pantau dari arah Subang maupun dari arah Bandung terjadi kepadatan atau kemacetan sekitar 3-4 kilometer," katanya.

Hingga Jumat sore, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan masih berada di sekitar lokasi. Dalam rangka penyelidikan, semua sopir kendaraan yang terlibat kecelakaan itu pun masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan, akan kami amankan dulu sebagai barang bukti di polsek. Untuk kendaraan bus, karena cukup besar dan mengalami rem blong, kami menunggu mobil derek dari Cimahi," ujarnya.***

 

Bagikan: