Pikiran Rakyat
USD Jual 14.240,00 Beli 13.940,00 | Sedikit awan, 22.5 ° C

Buron Selama Lima Tahun, Koruptor Dana Buku SLB Ditangkap di Cimahi

Ririn Nur Febriani
Buronan/DOK. PR
Buronan/DOK. PR

CIMAHI, (PR).- Pelarian buronan kasus korupsi pengadaan buku SD-SD Luar Biasa (SDLB) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Neny Kurnaeni, berakhir. Koruptor ini harus menyerah di tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi, yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia ditangkap di wilayah Kampung CIgatrot Tengah, RT 01/05, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Sebelumnya dia divonis bersalah dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 9,6 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cimahi Harjo mengatakan, penangkapan Neny Kurnaeni dilakukan berdasarkan koordinasi dengan tim Koordinasi Supervisi Penindakan KPK, bekerjasama dengan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tabalong, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan dan Kejaksaan Agung yang melimpahkan ke Kejati Jabar. Neny merupakan Direktur PT Bagus Tirta Wardana.

Dia menjadi buron selama lima tahun terakhir dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dari Kejaksaan Negeri Tabalong.

"KPK meminta bantuan kepada kami, juga melihat wilayah hukum Polres Cimahi sehingga diarahkan agar kami melakukan penangkapan. Setelah koordinasi, kita siapkan tim pengamanan dari Staf Intel dan Pidana Khusus dan langsung turun ke lapangan. Alhamdulillah bisa kita tangkap," ujar Harjo, Jumat 14 Desember 2018.

Penangkapan dilakukan Rabu 12 Desember 2018 malam. Terpidana sempat dibawa ke Kejari Cimahi, lalu dikawal ke Banjarmasin untuk ditangani lebih lanjut oleh Kejati Kalimantan Selatan.

"Dalam penangkapan, lokasi rumah sudah dikepung dan tidak ada perlawanan," katanya.

Dalam pencarian, kata dia, terpidana Neny Kurnaeni kerap berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Pada saat tim lapangan KPK mendapatkan informasi mengenai keberadaan Neny Kurnaeni, KPK bersama Kejaksaan Negeri Cimahi langsung menangkap dan mengamankan yang bersangkutan.

"Terpidana ada di rumah keluarganya di Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat. Alasannya, katanya sedang berobat," tuturnya.

Berdasarkan catatan kejaksaan, Neny Kurnaeni merupakan terpidana tindak pidana korupsi pengadaan barang dan modal berupa buku perpustakaan SD/SDLB pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp9.675.090.000.

Terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banjarmasin nomor 30/Pid.Sus/Tipikor/2011/PN.Bjm. tanggal 7 Juni 2012.

Juga diperkuat dengan putusan banding nomor 13/PID.SUS/TPK/2012/PT.BJM. tanggal 10 Agustus 2012 dan telah diubah dengan Putusan Mahkamah Agung nomor 2386 K/Pid.Sus/2012 tanggal 12 Februari 2013.

"Sesuai putusan pengadilan, terpidana harus menjalani masa hukuman penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider kurungan 4 bulan," katanya.***

 

Bagikan: