Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

PKL Cicadas Diproyeksikan Jadi Wisata Kelas Dunia

Abdul Muhaemin
PEDAGANG Kaki Lima Cicadas menata barang dagangannya  di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu, 12 Desember 2018.  Dalam waktu dekat pemerintah Kota Bandung berencana menata  PKL kawasan tersebut dengan menyeragamkan lapak sehingga memperindah estetika kota.*
PEDAGANG Kaki Lima Cicadas menata barang dagangannya di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu, 12 Desember 2018. Dalam waktu dekat pemerintah Kota Bandung berencana menata PKL kawasan tersebut dengan menyeragamkan lapak sehingga memperindah estetika kota.*

KEBERADAAN Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas memang telah lama dikeluhkan oleh para warga Kota Bandung. Sebab, di kawasan tersebut seringkali menjadi titik kemacetan yang cukup panjang ketika jam masuk kantor yaitu pagi hari dan saat jam pulang kantor atau sore hari.

Selain masalah kemacetan yang acap kali dipermasalahkan, polemik lain kawasan Cicadas yang menjadi kumuh juga tidak bisa dipungkiri saat kita melintasi wilayah tersebut.

Untuk mengatasi sejumlah permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Bandung akan melakukan penataan ulang di kawasan Cicadas. Sehingga nantinya ketika sudah dilakukan penataan ulang, apa yang menjadi keluharan para warga saat melintasi Cicadas bisa terselesaikan. 

Lebih dari itu, diharapkan para pedagang yang berada di kawasan Cicadas bisa naik kelas menjadi pedagang kreatif dan meningkatkan penghasilan.

“Upaya meningkatkan kawasan Cicadas lebih baik, lebih tertata, lebih menarik, sehingga mudah-mudahan teman-teman disini bisa naik kelas. Nanti kita bareng-bareng untuk ditata, supaya enak buat pedagang, enak buat pembali dan buat semua,” kata Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana saat melakukan silaturahmi dengan para Pedagang Kaki Lima di kawasan Cicadas, Rabu 12 Desember 2018..

Yana menjelaskan bahwa untuk penataan ulang para PKL Cicadas bukanlah hal mudah, dia meminta para PKL bisa turut membantu upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Yana juga mengharapkan ketika kawasan Cicadas telah ditata ulang, bukan hanya akan menarik minat pembeli tetapi bisa menjadi daya tarik wisata kelas dunia, baik untuk berbelanja ataupun sengaja plesir ke Cicadas.

Hal lain yang akan diupayakan oleh Yana dan jajarannya adalah untuk bisa membuat kawasan Cicadas bukan hanya bisa berdampak positif kepada para pedagang semata. Dia menilai nantinya warga sekitar Cicadas bisa merasakan dampak positif, seperti bisa meningkatkan taraf ekonomi warga yang ada di sekitar.

“Pemerintah akan berupaya untuk menghadirkan pembeli ke daerah ini, dan kalau daerah ini menjadi menarik bisa jadi destinasi wisata. Kita sama-sama jaga kebersihannya, kita jaga dan tata kawasan ini,” ujarnya.

Terkait konsep penataan para pedagang di Cicadas, Yana menyebutkan bahwa pihaknya akan membuat konsep yang seragam yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih bersih. Selain itu, menyoal penataan yang dilakukan kepada para PKL Cicadas, hal iti dilakukan hanya untuk solusi sementara, karena kedepannya relokasi akan diupayakan kepada para pedagang.

“Ya pasti sementara, karena sebetulnya ini tidak boleh (berjualan), ini karena diskresi saja. Sebelum kita merelokasi tentunya harus penataan, masa kita gak berbuat ya,” tuturnya.

Lebih lanjut Yana meminta kepada para pedagang agar bisa menjaga kawasan Cicadas, karena menurut dia ketika para pedagang bisa menjaga ketertiban, kebersihan dan membuat nyaman disekitarnya, hal itu akan berdampak langsung kepada mereka dan para pembeli atau warga Kota Bandung tidak akan banyak mengeluh nantinya.

Sudah sepakat



Ketua Umum Pedagang Kaki Lima Cicadas Suherman mengatakan bahwa dia dan para pedagang telah melakukan audiensi dengan Pemkot Bandung soal penataan kawasan Cicadas. Stelah melakukan beberapa kali pertemuan, dia dan pedagang lain telah menyepakati tentang konsep dan penataan yang ditawarkan oleh pemerintah.

“Kita mengadakan syukuran hari ini, itu tandanya kami (pedagang) dan para pejabat sudah sepakat dan menerima 100% dengan konsep yang ditawarkan oleh pemerintah,” ujarnya

Meski Pemkot Bandung akan berupaya menata ulang kawasan Cicadas, Suherman dan para pedagang lain mempunyai kekhawatiran, yaitu ketika penataan telah dilakukan para pedagang dibiarkan berjalan sendiri tanpa ada pendampingan dan pembinaan. Dia meminta agar nantinya para pedagang bisa dibina dan didampingi saat penataan ulang dilakukan.

“Harapannya ketika kami ditata minta dibina, jangan sampai seperti yang sudah-sudah ketika penataan pedagang dibiarkan seolah-olah kami harus berjuang sendiri. Apalagi tadi konsepnya menjadi destinasi wisata, artinya pemerintah memiliki kewajiban untuk mendatangkan para konsumen,” ujarnya.***

Bagikan: