Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 22.5 ° C

Laju Ekonomi dan Inflasi Kota Bandung di Atas Provinsi dan Nasional

Abdul Muhaemin
KAPRODI Ekonomi Pembangunan FEB Unpad Rudi Kurniawan memaparkan materinya, pada High Level Marketing (HLM) Tim Pengendali Onflasi Daerah (TPID) Kota Bandung, di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Selasa, 11 Desember 2018. Acara mengangkat materi Stok dan Pasokan di Kota Bandung Menjelang Akhir Tahun 2018 serta Outlook Perekonomian Kota Bandung Tahun 2019.*
KAPRODI Ekonomi Pembangunan FEB Unpad Rudi Kurniawan memaparkan materinya, pada High Level Marketing (HLM) Tim Pengendali Onflasi Daerah (TPID) Kota Bandung, di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Selasa, 11 Desember 2018. Acara mengangkat materi Stok dan Pasokan di Kota Bandung Menjelang Akhir Tahun 2018 serta Outlook Perekonomian Kota Bandung Tahun 2019.*

BANDUNG, (PR).- Inflasi yang rendah dan stabil merupakan salah satu syarat dari pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sehingga dapat mewujudkan masyarakat kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis. Untuk mengendalikan laju inflasi di Kota Bandung Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Kota Bandung mengadakan acara High Level Meeting (HLM), di Hotel Grandia, Selasa 11 Desember 2018.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bandung, Lusi Lesminingwati yang membuka acara tersebut mengungkapkan, inflasi Kota Bandung menjadi salah satu tolak ukur dari laju inflasi yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Barat. Bahkan angka inflasi Kota Bandung lebih tinggi disbanding inflasi Provinsi Jawa Barat.

Selain angka inflasi Kota Bandung yang lebih tinggi dibandingkan dengan angka inflasi Provinsi Jawa Barat. Laju ekonomi Kota Bandung juga berkembang pesat dan juga lebih tinggi dengan laju ekonomi Provinsi Jawa Barat.

“Inflasi Jawa Barat bisa dipengaruhi oleh inflasi Kota Bandung, bahkan untuk tahun 2017 Kota Bandung memiliki laju ekonomi diatas 7,2%, itu merupakan angka laju ekonomi tertinggi dibanding kota-kota lain yang ada di Indonesia, angka laju ekonomi nasional saja kalah,” katanya.

Lusi menjelaskan bahwa untuk menjaga kestabilan dan menekan laju inflasi dan meningkatkan laju ekonomi di Kota Bandung tidaklah mudah. Pasalnya karakter orang-orang di Kota Bandung yang masih bergantung pada produk-produk luar daerah menjadi salahsatu penyebabnya. Sehingga tidak jarang ketika akhir pekan, harga-harga barang akan naik, dan itu rutin terjadi.

“Karakter Kota Bandung adalah kota konsumsi, karena membeli produk-produk dari luar daerah dan itu menjadi ketergantungan. Jadi ketika akhir pekan tiba, biasanya harga-harga produk dari luar daerah akan mengalami kenaikan,” tuturnya.

Rudi Kurniawan, pengamat ekonomi dari Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran mengatakan bahwa sektor Informasi dan Komunikasi serta Penyedia Akomodasi Jasa dan Makanan menjadi penggerak ekonomi yang akhir-akhir ini kian pesat dan memiliki andil besar terhadap laju ekonomi Kota Bandung.

Menurut dia hal tersebut lantaran perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian cepat menumbuhkan inovasi-inovasi yang bisa membuka lapangan pekerjaan.

“Sektor informasi dan komunikasinya berkembang pesat, karena banyak universitas-universitas yang bisa menopang dan mengembangkan di sektor tersebut. Sumber daya sebagai penggerakn sektor itu juga bisa lebih dikembangkan,” katanya.

Selain itu menurut dia, kota Bandung yang memiliki berbagai destinasi wisata bisa dimaksimalkan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk menjaga laju ekonomi dan inflasi kota berjuluk Kota Kembang tersebut.

Acara yang diikuti oleh perwakilan Kelurahan dan Kecamatan yang ada di Kota Bandung tersebut juga turut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Digital Erwin Kustiman yang menjadi pembicara terkait Peran Media dalam Publikasi untuk Mendorong Ekspektasi Masyarakat yang Positif.***

Bagikan: