Pikiran Rakyat
USD Jual 14.235,00 Beli 13.935,00 | Berawan, 20.6 ° C

Begal yang Ditembak Mati Polisi Ternyata Residivis

Tim Pikiran Rakyat
KAPOLRESTABES Bandung Komisaris Besar Irman Sugema didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Muhammad Rifa'i sedang memperlihatkan barang bukti kedua begal yang ditembak di Cisaranten. Tepatnya di RS Bhayangkara Sartika Asih Selasa 11 Desember 2018.*
KAPOLRESTABES Bandung Komisaris Besar Irman Sugema didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Muhammad Rifa'i sedang memperlihatkan barang bukti kedua begal yang ditembak di Cisaranten. Tepatnya di RS Bhayangkara Sartika Asih Selasa 11 Desember 2018.*

BANDUNG, (PR).- Pelaku begal yang ditembak mati oleh polisi pada Selasa 11 Desember 2018 dini hari, di Jalan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung merupakan residivis. Mereka adalah Adi Supriatna (21), warga Arcamanik, Kota Bandung, dan Agun Gunawan (22), warga Desa Sindanglaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Adi Supriatna kesehariannya bekerja sebagai buruh, sementara Agun Gunawan merupakan seorang pengangguran. Berdasarkan data yang didapat dari polisi, kedua begal itu adalah residivis kasus curas dan curanmor dari Rutan Kebon Waru.

Pada November 2018 lalu, mereka baru saja keluar dari penjara. Selang bebas selama dua minggu, mereka aktif kembali melakukan aksi kejahatannya.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema, didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Muhammad Rifa’I, mengatakan aksi keduanya kerap meresahkan masyarakat. Karena itulah, tambah Irman, kedua begal tersebut telah diincar sejak lama.

“Saat kejadian pun ternyata kedua pelaku baru selesai melakukan pembegalan,” kata Irman, dalam ekspos penembakan terhadap kedua begal itu di RS Bhayangkari, Sartika Asih, Jalan Moh Toha, Kota Bandung.

Aksi kedua begal tersebut dilakukan kepada Muhammad Deni Aprilianto (21), warga Kelurahan Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo. Irman menyatakan, kedua begal ini diduga bertanggung jawab atas sejumlah aksi pembegalan di beberapa titik Kota Bandung.

Mereka tak segan melukai korban dengan senjata tajam yang mereka bawa, seperti pisau dan golok. Ia pun menjelaskan kronologi kejadian dari penembakan yang dilakukan aparat tersebut.

Menurutnya, kejadian berawal sekira pukul 00.00 WIB, saat anggota Reskrim Polrestabes Bandung melakukan kegiatan patrol. Tak lama, polisi melihat dua orang mencurigakan dengan menggunakan dua sepeda motor matic jenis Honda Beat, yakni warna biru dan hitam merah.

“Kemudian anggota mendekati pelaku, dan ternyata pelaku melarikan diri. Tepatnya di daerah Cingised, Kecamatan Arcamanik Kota Bandung,” ujarnya.

Namun setelah berhasil dihentikan, kedua begal itu malah mengeluarkan senjata tajam. Tembakan peringatan yang dikeluarkan polisi tak diindahkan.

“Anggota kami keluarkan tiga tembakan peringatan, namun tak diindahkan. Sehingga terpaksa kedua pelaku dilumpuhkan,” ucapnya.

Polisi menembak tepat di bagian dada sebelah kiri dan rusuk sebelah kanan Agun Gunawan, sementara Adi Supriatna, ditembak pada dada sebelah kiri. Keduanya pun tewas meregang nyawa.

Pada ekspose tersebut diamankan beberapa barang bukti, diantaranya dua senjata tajam, dua kunci palsu dan astag. Selain itu diamankan juga dua unit sepeda motor hasil curian, yaitu Honda Beat Icon warna biru nopol‎ D 6755 AAT dan Honda Beat hitam merah nopol Z 3481 RC.

Khusus untuk Honda Beat biru merupakan motor yang baru saja dicuri pada 9 Desember 2018 lalu, tepatnya di wilayah hukum Polsekta Sumur Bandung. Aksi kejahatan yang dilakukan kedua begal ini melanggar Pasal 365 KUHPidana ayat 2, dengan ancaman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain itu, pasal lain yang dilanggar adalah Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan, ancamannya tujuh tahun penjara. Irman pun mengimbau warga Kota Bandung agar berhati-hati, terutama saat berkendara pada malam hari.

“Sebaiknya didampingi. Pihak kepolisian akan terus melakukan patroli untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.***

Bagikan: