Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 22.5 ° C

Sudah 10 Bulan Pegawai RUSD Lembang Belum Terima Uang Jaspel

Hendro Susilo Husodo

NGAMPRAH, (PR).- Para pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang belum menerima uang jasa payanan (jaspel) BPJS Kesehatan selama 10 bulan. Belum diketahui berapa nilai keseluruhan uang jaspel yang belum dibayarkan itu, namun jumlahnya diperkirakan tidak sedikit.

Humas RSUD Lembang Heni Widyastuti mengatakan, uang jaspel yang belum dibayarkan selama 10 bulan itu pada bulan Juli-Desember 2017 dan Maret-Juni 2018. Walaupun seluruh pegawai belum mendapatkan haknya selama 10 bulan, dia menekankan bahwa pelayanan bagi masyarakat tidak terganggu.

"Kami tetap bekerja walaupun ada masalah itu, ada masalah gaji macet karena uangnya dikorupsi. Mau bagaimana lagi, (pembayaran uang jaspel) itu kan di luar kuasa kami. Namun, kami tetap melakukan dedikasi atau pengabdian," kata Heni di RSUD Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Dia mengaku tidak tahu jumlah keseluruhan uang jaspel yang belum dibayarkan tersebut. Saat ditanya rata-rata uang jaspel per bulan di RSUD Lembang, dia pun tak menyebutkan angka.

Heni beralasan, uang jaspel yang diterima masing-masing pegawai berbeda-beda dan tak menentu.

"(Nilainya) berbeda-beda, tergantung pasien di masing-masing departemen. Departemen penyakit dalam pasti tinggi, sehari saja pasiennya bisa sampai 145 pasien. Untuk poli penunjang seperti THT (telinga, hidung, tenggorokan), kan kasusnya eksklusif, paling 20 pasien sehari. Kalau diakumulasikan, untuk 10 bulan ya besar," ujarnya.

Dia menambahkan, tren kepercayaan masyarakat untuk berobat ke RSUD Lembang juga cenderung naik. Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari para pegawai RSUD Lembang, yang totalnya berjumlah 201 orang.

"Dulu di poli penyakit dalam misalnya, biasa menyelesaikan pekerjaan sampai jam 3 sore, sekarang sampai jam 5-6 sore," ujarnya.

Dia berharap, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Dinas Kesehatan KBB, maupun DPRD KBB menaruh perhatian terhadap hak pegawai RSUD Lembang yang belum dibayarkan. Pasalnya, mereka pun tetap melaksanakan kewajiban seperti biasa.

"Ya, kami cuma bisa saling memberi motivasi," ucapnya.

Dapat dicairkan bila ada pengajuan



Dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan KBB Hernawan,mengaku kurang mengetahuinya. Dia beralasan, persoalan itu berada di tataran teknis yang lebih diketahui oleh bagian keuangan.

Namun, dia menilai bahwa masalah di RSUD Lembang berhubungan dengan pergantian manajemen.

"Kan pergantian manajemen di sana, RSUD Lembang. Jadi, yang pertama, untuk urusan pengelolaan keuangan ada pelaksana tugas direktur dan bendahara. Kemarin itu sedang pengajuan rekening rumah sakit. Namun itu teknis, itu bisa konsultasi dengan yang bagian keuangan," kata Hernawan, saat dihubungi.

Hernawan juga mengaku tidak ingat secara pasti anggaran yang disiapkan oleh Dinkes untuk membayarkan uang jaspel pegawai RSUD Lembang pada tahun ini. Meski begitu, dia menekankan dananya ada di dokumen pelaksanaan anggaran dan dapat dicairkan apabila ada pengajuan.

"Karena ada masalah ini, saya perlu konsultasi dengan yang terkait. Takut salah juga. Pada 2017 itu ada pencairan (jaspel RSUD Lembang), pada 2018 juga ada sih pencairan, tapi baru beberapa bulan. Saya juga mau dorong RSUD, ini kan akhir tahun, takut enggak beres," katanya.***

 

Bagikan: