Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Umumnya cerah, 21.9 ° C

Razia Penyalahgunaan Narkoba di Kamar Kost, Petugas Gabungan Malah Dapat Tiga Pasangan di Luar Nikah

Ririn Nur Febriani
PETUGAS BNN memeriksa penghuni kost dalam razia gabungan Selasa 4 Desember 2018 malam. Dalam operasi itu, petugas tidak mendapatkan pelaku penyalahgunaan narkoba, melainkan tiga pasangan di luar nikah.*
PETUGAS BNN memeriksa penghuni kost dalam razia gabungan Selasa 4 Desember 2018 malam. Dalam operasi itu, petugas tidak mendapatkan pelaku penyalahgunaan narkoba, melainkan tiga pasangan di luar nikah.*

CIMAHI, (PR).- Tiga pasangan bukan Pasangan Suami Istri (Pasutri) dalam kamar kostan terciduk razia gabungan, Selasa 4 Desember 2018 malam. Mereka terjaring dalam razia kamar kost yang juga disinyalir menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.

Tim gabungan terdiri dari Dinas Pol PP dan Damkar Kota Cimahi, Polres Cimahi, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cimahi. Razia khusus menyasar penghuni kos-kosan di wilayah Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara.

Operasi itu dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Penghuni kost yang sedang beristirahat mendadak kaget karena pintu kost diketuk dari luar.

Saat pintu dibuka, mereka langsung diberondong sejumlah pertanyaan oleh petugas gabungan yang meminta para penghuni menunjukkan kartu identitas. Setelah itu, personel BNNK Cimahi turun tangan untuk melakukan tes urine untuk deteksi penyalahgunaan narkoba.

Pasangan tak resmi yang terjaring tak bisa mengelak ketika petugas meminta identitas dan surat nikah. Mereka terciduk berada di dalam kamar pada waktu menjelang tengah malam.

Tiga pasang muda-mudi itu berada pada satu lokasi kos-kosan di Jalan Sentral, pada kamar berbeda. Dikhawatirkan berbuat mesum, semua yang terjaring dibawa ke kantor Dinas Pol PP Cimahi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Dinas Pol PP dan Damkar Kota Cimahi Titi Ratna Kemala mengatakan, dari empat titik lokasi itu diamankan pasangan yang dicurigai tidak mempunyai kartu nikah dan sudah melewati jam kunjungan.

"Kalau memang bukan pasangan suami istri, ya harusnya pulang. Tapi ini ternyata masih dalam kondisi di kamar berduaan," kata Titi.

Kegiatan penertiban penyakit masyarakat ini dilakukan setelah pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat. Disinyalir, kata dia, kost-kostan digunakan sebagai tempat menyimpang yang tak sesuai dengan Perda No 5 tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

"Setelah dibawa ke kantor, mereka yang terjaring akan disuruh membuat surat pernyataan. Kalau memang ada orang tuanya, akan dipanggil," ujarnya.

Dia mengatakan, sesuai visi misi Cimahi sebagai Kota Agamis, diharapkan Cimahi bisa bersih dari segala penyakit masyarakat. Namun, penegakan aturan ini terkendala oleh terbatasnya anggaran, sehingga hanya dapat melaksanakan razia setahun sekali.

"Harapannya tahun depan bisa dilaksanakan secara rutin, minimal setahun lima kali. Termasuk, menyasar rumah susun sewa (rusunawa) yang belum kita lakukan. Wilayah selatan akan ditelusuri juga," ucapnya.

Negatif



Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine terhadap semua penghuni kostan, petugas gabungan tidak menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba.

"Dari empat titik kostan, kita memeriksa tes urine kepada sekitar 60 orang dan hasilnya semua negatif," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Cimahi Samsul Anwar.

Di sela-sela pemeriksaan, petugas juga menemukan seorang penghuni kos yang diduga mengkonsumsi miras, terindikasi dari bau mulut yang tercium berbau alkohol. Meski demikian, petugas tak menggiringnya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah kita cek penghuninya negatif narkotika, meskipun ada yang tercium bau alkohol," katanya.

Ditegaskan Samsul, tes urine bagi para penghuni kost sebagai antisipasi penyalahgunaan narkotika di Kota Cimahi.

"Semua lokasi berpotensi dipakai penyalahgunana narkoba. Kita harus melakukan deteksi dini dan pencegahan sehingga tidak berkembang penyalahgunaan narkoba di Kota Cimahi," tuturnya.***

Bagikan: