Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Pusat Kucurkan Rp 640 Miliar untuk Citarum Harum, Begini Rincian Programnya

Handri Handriansyah
WARGA memancing ikan di area pembangunan kolam retensi Cieunteung saat surut di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Selasa 4 Desember 2018. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bob Arthur Lombogia, mengatakan sedikitnya dibutuhkan 7 kolam retensi di sekitar Sungai Citarum untuk menanggulangi banjir di wilayah Bandung Selatan.*
WARGA memancing ikan di area pembangunan kolam retensi Cieunteung saat surut di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Selasa 4 Desember 2018. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bob Arthur Lombogia, mengatakan sedikitnya dibutuhkan 7 kolam retensi di sekitar Sungai Citarum untuk menanggulangi banjir di wilayah Bandung Selatan.*

SOREANG, (PR).- Program Citarum Harum mendapat dukungan anggaran hingga Rp 640 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional 2019. Dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program lintas sektoral dan stake holder, dari hulu hingga ke hilir.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan seusai Rapat Koordinasi Implementasi Program Citarum Harum di Saung Sektor 8 Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu 5 Desember 2018. "Kami upayakan mekanisme pencairan dana akan lebih baik dan mudah karena program pelaksanaannya sudah dilakukan secara terpadu," ujarnya.

Menurut Luhut, anggaran tersebut nantinya akan dikucurkan satu pintu dan dipertanggungjawabkan langsung oleh Komandan Satuan Petugas (Dansatgas) Citarum yang juga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Lewat metode seperti itu, ia berharap program-program yang sudah berjalan baik selama ini, bisa terus ditingkatkan dan dilakukan lebih terpadu.

“Pada 2018 dananya terbatas karena mekanisme pencairan program dan dana belum sebaik sekarang. 2019 akan lebih baik dan dana digelontorkan sampai Rp 640 miliar untuk dikelola oleh Kementerian dan Dansatgas. Kita sudah diskusikan apa saja yang harus dijadikan prioritas dan semuanya akan segera berjalan," tutur Luhut.

Luhut secara pribadi berjanji akan mem-back up habis-habisan pendanaan Citarum Harum. Soalnya saat ini ketersediaan sarana dan prasarana pendukung lah yang masih menjadi kendala.

Menurut Luhut, program yang sudah dicanangkan Gubernur Jabar sudah sangat bagus. Begitu juga dengan progra-program yang sudah dijalankan Satgas Citarum Harum yang dikomandoi Kodam III/Siliwangi dan beberapa pihak lain.

"Saya berharap ke depan semua berjalan bersama karena kondisi Citarum saat ini merupakan musuh bersama. Jangan lagi ada pengelompokan yang jalan sendiri-sendiri dan merasa paling lebih berjasa," kata Luhut.

Hal itu, kata Luhut, berlaku juga untuk jajaran kementerian terkait yang terlibat. Ia berharap menteri dan jajarannya tidak merasa orang yang lebih penting sehingga harus didatangi dan tak mau mendatangi.

Luhut menegaskan, menteri apalagi jajaran di bawahnya, justru harus bersikap layaknya orang tua. Mereka harus mau mendatangi anak-anaknya dan membimbing mereka di lapangan.

Insenerator sampai terowongan air



Salah satu bentuknya adalah dengan tak lagi menggelar rapat-rapat pembahasan Citarum di Jakarta. "Selama ini rapat selalu di Jakarta, ini pertama kalinya digelar di bantaran Citarum. Lebih baik selanjutnya kita terus rapat di lokasi sekalian melihat kondisi riilnya.

Sementara itu Ridwan Kamil, anggaran dari pusat sudah direncanakan untuk beberapa program prioritas. Beberapa di antaranya adalah penyediaan insenerator (alat pembakaran) sampah di 50 titik, penyediaan 10 ekskavator untuk pengerukan sampah dan sedimen serta pembuatan terowongan air untuk mengatasi penyempitan jalur air.

"Untuk insenerator saya harap para Dansektor Satgas Citarum Harum mencari lahan milik BBWS untuk menempatkannya. Jangan lahan milik masyarakat," kata Ridwan

Ridwan menambahkan, pihaknya juga sudah mengajukan anggaran tambahan Ro 200 miliar untuk pembebasan lahan danau retensi guna mengatasi banjir yang masih terjadi. Lahan tersebut bisa berupa satu lahan luas atau beberapa lahan kecil di titik-titik yang krusial untuk menampung luapan air Sungai Citarum saat berlebih.

Bupati Bandung Dadang M. Naser menyambut baik program-program yang sudah direncanakan semua pihak dari pusat hingga daerah. Ia menilai, penanganan secara terpadu akan menjadi solusi efektif perbaikan Citarum yang selama ini belum bisa terwujud.

Menurut Dadang, selama ini penanganan masalah Citarum masih terkesan berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu masalah inti yang ada masih saja menyisakan pekerjaan rumah yang seolah tak pernah habis.

"Saya mengapresiasi TNI yang kini ikut aktif sebagai ujung tombak penanganan Citarum, karena di Korea saya juga melihat penanganan masalah sungai oleh tentara di garda terdepan sangat efektif. Namun di sana tentara juga tidak berjalan sendiri, tetapi didukung oleh semua stake holder. Jadi sekarang sudah saatnya kita pun bersatu, bekerja sama, jangan lagi ada ego sektoral," kata Dadang.***

Bagikan: