Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Badai petir, 23.6 ° C

Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein Didakwa Korupsi Terkait Suap Fasilitas Mewah Narapidana

Yedi Supriadi
Mantan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen (kiri) berjalan meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa, di Jakarta, Rabu, 14 November 2018 lalu. Wahid Husen diperiksa sebagai tersangka atas kasus dugaan penerimaan suap untuk pemberian fasilitas, perizinan dan lainnya di Lapas Sukamiskin.*
Mantan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen (kiri) berjalan meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa, di Jakarta, Rabu, 14 November 2018 lalu. Wahid Husen diperiksa sebagai tersangka atas kasus dugaan penerimaan suap untuk pemberian fasilitas, perizinan dan lainnya di Lapas Sukamiskin.*

BANDUNG, (PR).- Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1 Sukamiskin, Wahid Husein didakwa melakukan korupsi atas kasus suap pemberian fasilitas mewah untuk narapidana. Atas perbuatan tersebut terdakwa dikenakan pasal berlapis dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Trimulyo Hendradi, terdakwa Wahid Husein telah memperkaya diri sendiri dari beberapa narapidana sejak Maret sampai dengan Juli 2018 yang dibantu oleh anak buahnya Hendry Saputra.

“Selaku Kepala Lapas, menerima hadiah sejumlah barang dan uang dari warga binaan Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan Fuad Amin Imron untuk mendapatkan fasilitas mewah dalam Lapas dan penyalahgunaan dalam pemberian izin keluar dari Lapas,” ujar Trimulyo di ruang 1 Pengadilan Negeri  Klas 1A Khusus Bandung, Rabu, 5 Desember 2018.

Padahal, lanjut Jaksa, yang bersangkutan mengetahui bahwa tindakan tersebut bertentangan Undang-Undang RI nomor 12/1995 tentang Pemasyarakatan sebagai Kalapas.

Jaksa menuturkan, praktik tersebut tercium saat Wahid pertama menjabat sebagai Kalapas baru kepada narapidana melalui Paguyuban Narapidana Tindak Pidana Korupsi yang diwakili oleh Djoko Susilo, Fahmi Darmawansyah dan Tubagus Chaeri Wardhana. Dalam pertemuan khususnya, narapidana kasus korupsi ternama ini meminta Wahid Husein jangan memberlakukan penjagaan terlalu ketat.

“Pokoknya, memohon agar Kalapas dapat memberikan kemudahan bagi napi Tipikor untuk ijin keluar Lapas baik itu Ijin Luar Biasa (ILB) ataupun ijin berobat dan kemudian permohonan itu diakomodir terdakwa,” ujarnya.

Bahkan, Wahid Husein disebut telah melakukan pembiaran terhadap narapidana yang memiliki fasilitas mewah dalam sel dan menggunakan Handphone. “Namun terdakwa membiarkan atau memperbolehkan itu terus berlangsung dan kemudahan ijin keluar,” katanya.

Akibatnya, Wahid melaui anak buahnya Hendry menerima hadiah berupa barang dan uang dari Fahmi Darmawansyah dan Tubagus Chaeri Wardhana serta Fuad Amon Imron senilai miliaran rupiah.

Wahid didakwa dengan pasal 12 huruf b Undang-Undang RI nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Dan pasal 11 Undang - Undang RI nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan jo pasal 65 ayat 1 KUHP.***

Bagikan: