Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Aparat Desa Harus Semakin Inovatif

Sarnapi
APARAT desa di Kabupaten Bandung melihat puluhan program yang ditawarkan Bursa Inovasi Desa, Selasa (4/12/2018) di Gedung M. Toha untuk dimasukkan dalam program desa tahun depan.*
APARAT desa di Kabupaten Bandung melihat puluhan program yang ditawarkan Bursa Inovasi Desa, Selasa (4/12/2018) di Gedung M. Toha untuk dimasukkan dalam program desa tahun depan.*

SOREANG, (PR).- Aparat desa makin dimudahkan dalam merencanakan kegiatan pembangunan di wilayah masing-masing. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD)  Kabupaten Bandung menyelenggarakan program bursa inovasi desa, Selasa, 4 Desember 2018. Aparat desa ditawari puluhan program kerja untuk tahun 2019 yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi dan kemampuan desa. 

"Kami menyambut baik adanya bursa inovasi desa ini sehingga program kerja desa jangan itu-itu saja," kata Bupati Bandung, Dadang M. Naser, saat membuka bursa inovasi desa di Gedung M. Toha.

Dia menambahkan, pemerintah sudah memberikan puluhan bahkan ratusan program kerja yang bisa dipilih aparat desa dalam pemberdayaan desanya. "Ada tiga program besar yang ditawarkan yakni pembangunan infrastruktur, kewirausahaan, dan sumber daya manusia," ucapnya.

Bupati mewanti-wanti agar program kerja desa jangan sebatas membangun kantor desa, GOR, atau Tembok penahan tebing (TPT). "Untuk membuka mata aparat desa sehingga ada bursa inovasi ini. Dengan dana desa dari pemerintah pusat dan Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD) dari Pemkab Bandung yang makin naik sehingga pembangunan desa juga harus naik," ujarnya.

Aparatur di tingkat desa harus mampu melahirkan ide-ide cerdas serta jangan menunggu perintah dari atas. “Saya minta semua perangkat desa berinovasi untuk melakukan perubahan dalam bentuk pelayanan. Kalau ada ide dari bawahan yang memilik dasar yang kuat, maka kepala desa harus bisa menerima,” ujarnya. Ia menambahkan program pembangunan harus mempunyai dasar yang kuat, sehingga berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa DPMD Kabupaten Bandung, Aning Suciningsih mengatakan, bursa inovasi desa merupakan terobosan untuk memajukan pembangunan di desa-desa. "Misalnya kalau desa ingin membangun badan usaha milik desa (Bumdes), maka harus disesuaikan dengan kondisi desa. Kami menawarkan program yang bisa dipilih desa untuk pembangunan Bumdes ini," katanya.

Demikian pula dengan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia desa juga bisa langsung dipilih. "Setelah pihak desa memilih program lalu konsultasi kepada petugas yang ada di tiap stand," katanya. ***

 

Bagikan: