Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Sembilan PTS Terima Hibah Inovatif Kemenristekdikti untuk Pelestarian Sungai Citarum

Sarnapi
PAKAR teknologi tepat guna, Simon Sanjaya (kiri) dan dosen Unibba, Fathoni berfoto dengan pot komposter usai acara pelatihan untuk mahasiswa dan dosen Unibba di Aula Unibba, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu 1 desember 2018.*
PAKAR teknologi tepat guna, Simon Sanjaya (kiri) dan dosen Unibba, Fathoni berfoto dengan pot komposter usai acara pelatihan untuk mahasiswa dan dosen Unibba di Aula Unibba, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu 1 desember 2018.*

SOREANG, (PR).- Sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat mendapatkan dana hibah inovatif Kemenristekdikti untuk mendukung program pelestarian Sungai Citarum. Universitas Bale Bandung (Unibba) sebagai penerima dana hibah akan memasang mesin pemanen air hujan dan pot bunga sekaligus komposter untuk warga di sektor 6 dan 7 Sungai Citarum.

"PTS itu di antaranya Unibba, Unpas, Unisba, dan IKIP Siliwangi. Kemenristekdikti mendukung penuh upaya penanganan Sungai Citarum agar menjadi sungai bersih dan mencegah terjadinya bencana dengan menggulirkan dana hibah inovatif," kata Wakil Rektor II Unibba Diana Suliswati didampingi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unibba Rina Andriani di kampus Unibba, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu 1 Desember 2018.

Dia mengatakan, instalasi pemanen air hujan dipasang untuk masyarakat Baleendah khususnya sektor 6 dan 7 Citarum.

"Unibba memasang tempat penampungan air hujan dibantu dengan 150 dosen dan mahasiswa di bawah pendampingan pakar teknologi tepat guna, Simon Sanjaya. Kalau warga di Kabupaten Bandung memanen air hujan, saya yakin genangan banjir bisa dikurangi," katanya.

Mengenai pot komposter, Diana menyatakan, pot itu memanfaatkan limbah kaleng cat ukuran 20 liter maupun pot bunga biasa.

"Caranya, di dalam kaleng cat dimasukkan pipa paralon ukuran 12 inci yang di bagian samping bawah dilubangi," katanya.

Ruang antara kaleng dan paralon sebagai tempat memasukkan sampah organik dari dapur seperti sayuran dan buah-buahan.

"Di dalam pipa paralon diisi tanah dan tanaman sehingga pot sekaligus menjadi komposter. Unsur hara dari komposter sekaligus menjadi pupuk bagi tanaman yang disalurkan melalui lubang-lubang bagian bawah paralon," ucapnya.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu para mahasiswa Unibba melakukan penananaman bibit kopi di hulu Sungai Citarum. Program tersebut bekerja sama dengan TNI dan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.***

Bagikan: