Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

Kasus Suap Kalapas Sukamiskin Dilimpahkan

Yedi Supriadi
SEJUMLAH penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berjalan keluar usai melakukan penggeledahan di Lapas Klas 1A Sukamiskin, Bandung, Rabu 25 Juli 2018. Penyidik KPK membawa sejumlah berkas dan barang bukti usai pemeriksaan di Lapas Sukamiskin terkait pengembangan kasus OTT suap Kalapas Sukamiskin serta membuka segel kamar Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardhana.*
SEJUMLAH penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berjalan keluar usai melakukan penggeledahan di Lapas Klas 1A Sukamiskin, Bandung, Rabu 25 Juli 2018. Penyidik KPK membawa sejumlah berkas dan barang bukti usai pemeriksaan di Lapas Sukamiskin terkait pengembangan kasus OTT suap Kalapas Sukamiskin serta membuka segel kamar Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardhana.*

BANDUNG, (PR).- Pengadilan Tipikor pada PN Klas IA Bandung telah menerima berkas pelimpahan kasus dugaan suap yang menyeret mantan Kalapas Kebonwaru Wahid Husein, dan ajudannya Hendry Saputra. Pelimpahan tersebut diserahkan oleh jaksa KPK yang akan menyidangkan kasus tersebut, Rabu 28 November 2018.

Humas PN Bandung Wasdi Permana, membenarkan adanya pelimpahan tersebut. Jaksa KPK melimpahkan berkas untuk keempat terdakwa, Rabu sore atau sekitar pukul 16.30 WIB.

"Barusan saja (dilimpahkan). Ada empat terdakwa, dua yang memberi suap, dan dua yang menerima," kata Wasdi saat dihubungi.

Wasdi mengaku belum bisa bicara banyak soal pelimpahan tersebut, tapi yang pasti berkas sudah diregister. Sementara untuk penunjukan majelis hakim yang bakal menangani belum keluar.

"Belum ditunjuk (majelis). Kemungkinan besok pagi, karena berkasnya masuk sudah sore. Kalau masuk dari pagi biasanya majelis sudah ada," ujarnya.

Dia menyebut nomor register berkas keempat terdakwa, yakni masing-masing No 109, 110, 111, dan 112. Register nomor 109 dan 110 untuk penyuap, serta nomor 111 hingga 112 itu untuk berkas penerima.

"Kalau gak salah yang Wahid registernya nomor 111," ucapnya.

Seperti diketahui, Wahid Husein dan ajudannya Hendry Saputra terjerat kasus dugaan suap atas pemberian fasilitas, perizinan ataupun pemberian lainnya di Lapas Klas 1 Sukamiskin, yang dilakukan dua narapidana Lapas Sukamiskin, yakni Fami Darmawansyah dan Andi Rahmat. Wahid Husen terkena operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK pada Sabtu 21 Juli 2018 dini hari.***

 

Bagikan: