Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Sebagian cerah, 26.8 ° C

Pemanfaatan Domain desa.id Belum Optimal

Handri Handriansyah
Warga melintas di jalan desa yang membelah persawahan di Dusun Tammate, Desa Minasa Baji, Bantimurung, Maros, Sulawesi Sealtan pada November 2017 lalu.*
Warga melintas di jalan desa yang membelah persawahan di Dusun Tammate, Desa Minasa Baji, Bantimurung, Maros, Sulawesi Sealtan pada November 2017 lalu.*

SOREANG, (PR).- Dinas Komunikasi, Informa­ti­ka, dan Statistik Kabupaten Bandung sudah mendaftarkan seluruh desa di domain desa.id dalam setahun terakhir. Namun, hingga saat ini masih ba­nyak pemerintah desa yang be­lum memanfaatkan domain itu untuk meningkatkan pela­yan­an kepada masyarakat.

Kepala Diskominfo Kabupa­ten Bandung Atih Witartih me­ngatakan, domain situs desa.id merupakan wadah yang sangat baik bagi pemerintah desa untuk meringankan tugas dan ki­nerja. ”Dalam domain itu ada ada dua muka Open SID yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya di sela-sela acara Sabilulungan Festival Teknologi Informasi Komunikasi (Safetik) di Ge­dong Budaya Sabilulungan, So­reang, Senin 26 November 2018.

Menurut Atih, dua muka itu bisa digunakan untuk fungsi in­formasi dan layanan. Fungsi informasi, bisa menjadi sarana bagi desa untuk mempromosi­kan berbagai potensi desa mulai dari objek wisata, budaya, hingga produk UMKM. 

”Selain itu, bisa juga untuk menja­lan­kan kewajiban Ke­ter­bu­kaan Informasi Publik de­ngan me­muat masalah penerimaan dan penggunaan ang­gar­an. Untuk fungsi layanan, bisa mempermudah warga yang ­ingin membuat surat keterangan apa saja tanpa harus pergi ke kantor de­sa,” tutur Atih.

Keterbukaan informasi, kata Atih, adalah kewajiban semua badan publik. Bukan hanya pemkab beserta seluruh ins­tansi pendukungnya, desa pun punya kewajiban yang sama ter­lebih setelah terbitnya Undang-Undang Desa.

Dengan adanya berbagai alo­­kasi anggaran untuk desa, pelayanan dari desa ke­pada war­ganya harus semakin optimal. Oleh karena itu, idealnya semua wadah termasuk doma­in situs desa.id dimanfaatkan secara baik oleh pemerintah desa. 

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M Naser menga­takan, optimalisasi pemanfaat­an teknologi informasi adalah keniscayaan yang harus dila­ku­kan menuju kota pintar. ”Di Kabupaten Bandung, sebelum smart city, harus diawali kampung pintar,” ucapnya. 

Menurut Dadang, saat ini per­kembangan teknologi berjalan semakin pesat. ”Jangan sampai warga kabupaten ha­nya menjadi penonton atau ma­lah korban dari dampak ne­gatif teknologi. Teknologi ha­rus bisa menjadi alat perce­patan pembangunan di semua sektor. Apalagi di Kabupaten Bandung punya potensi besar dari jumlah penduduk yaitu 3,6 juta yang tersebar di 270 de­sa,” katanya. ***

Bagikan: