Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Pemkot Bandung Usulkan Penyertaan Modal Rp 100 Miliar untuk PDAM Tirtawening

Muhammad Fikry Mauludy

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung mengusulkan penyertaan modal senilai Rp 100 miliar bagi PDAM Tirtawening Kota Bandung. Meski telah dibantu hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penyertaan modal ini dinilai perlu untuk memperluas jangkauan layanan air minum warga Bandung.

“Memang kita mendapatkan hibah dari Kementerian PUPR Rp 100 miliar. Tetapi harus ada pendamping dari kita. Maka sekarang sedang dibahas di dewan mudah-mudahan saja insyaallah tercapai,” kata Wali Kota Bandung Oded M. Danial, seusai acara sosialisasi calon pelanggan SPAM Gedebage, di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Rabu, 21 November 2018.

Kebutuhan anggaran dibutuhkan PDAM Tirtawening untuk menambah layanan sambungan baru Sistem Pengelohan Air Minum (SPAM) regional Gedebage. PDAM Tirtawening menargetkan 70 ribu Sambungan Rumah (SR) baru di wilayah Bandung timur pada tahun depan.

Pembangunan SPAM Gedebage ini telah dimulai sejak 2016. Pada 2018, tambahan dana sekitar Rp 150 miliar dikucurkan untuk pembangunan SPAM Gedebage.

Akan tetapi, karena pekerjaan belum selesai, PDAM kembali mengajukan Rp 100 miliar kepada Pemkot Bandung sebagai dana pendamping hibah dari Kementerian PUPR yang nilainya juga mencapai Rp 100 miliar.

Oded menginginkan layanan air PDAM Tirtawening mampu tersalurkan ke setiap pelosok Kota Bandung, termasuk di wilayah perbatasan. Saat ini masih banyak warga yang belum mendapat pelayanan air bersih.

“Ari kahayang mah kabeh, ngan (kalau keinginan ya semuanya terlayani, hanya saja) kemampuan anggarannya seperti itu. Kalau bicara pelayanan mah imah Mang Oded (di Sukaraja, Cicendo) oge can kalayani (rumah saya juga belum terlayani),” ujarnya.

Pada 2019 nanti, SPAM blok Gedebage ini ditargetkan mampu melayani hingga 70 ribu pelanggan baru yang bermukim di area perbatasan selatan hingga mengarah ke bagian timur Bandung. Wilayah layanan meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Bandung Kidul, Kecamatan Buahbatu, Kecamatan Rancasari, dan Kecamatan Gedebage.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, SPAM Gedebage dengan kapasitas produksi 700 liter per detik ini akan selesai Februari 2019.‎

“Dengan kapasitas 700 liter per detik ini kira-kira dapat memberikan tambahan pelayanan 50 ribu sampai 70 ribu pelanggan baru. Dengan asumsi 1 SR sebanyak 5 jiwa, maka dapat melayani sebanyak 350 ribu jiwa di wilayah Bandung timur,” katanya.

Ia menuturkan, SPAM Gedebage ini merupakan jaringan langsung dari Jaringan Distribusi Utama (JDU) SPAM Cikalong. Kapasitas produksi air hingga 700 liter per detik ini mengalir langsung ke sambungan masyarakat, tanpa harus melewati proses di PDAM Badaksinga, Kecamatan Bandung Wetan.

“Ini keuntungan karena air yang akan dinikmati tidak melewati banyak wilayah dulu. Kalau dulu mengalir dua hari sekali atau hanya malam, insyaallah tidak akan terjadi lagi. Karena dulu yang mengalir merupakan air sisa dari Badak Singa‎, melewati 17 km untuk sampai ke pelanggan di blok Gedebage‎,” ujarnya.

Sonny menuturkan, jaringan SPAM Gedebage merupakan hasil studi sejak 2016 lalu. Saat ini telah terpasang jaringan utama sepanjang 9 kilometer yang akan dilanjutkan dengan pembangunan Distrik Meter Area (DMA) untuk wilayah timur mulai dari Pasar Kordon hingga Gedebage.

“Pipa barunya sedang dibangun. Jaringan distribusinya mulai dari perempatan Buahbatu menyusuri jalan tol,” ujar Sonny.***

Bagikan: