Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Berawan, 20 ° C

PKS Bandung Bawa Kemenangan Oded untuk Prabowo-Sandi

Muhammad Fikry Mauludy

BANDUNG, (PR).- DPD PKS Kota Bandung menargetkan perolehan 13 kursi di DPRD Kota Bandung dalam Pemilu 2019 mendatang. Bekal strategi memenangkan kader mereka di Pilwalkot Bandung 2018, Oded M. Danial, akan dimanfaatkan untuk mendulang dukungan suara dalam pemilu mendatang.

Ketua DPD PKS Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, kontribusi yang sama dari kekuatan PKS Kota Bandung juga akan digunakan dalam memenangkan kandidat Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kita akan dukung ketokohan siapa pun, sepanjang argumennya jelas. Apalagi pemilih rasional Kota Bandung tinggi. PKS akan mendapatkan manfaat ketika mendukung Prabowo-Sandi,” ujar Tedy, seusai Rapat Koordinasi Tim Pemenangan Pemilu Daerah, di Kantor DPD PKS Kota Bandung, Minggu 18 November 2018.

Persiapan pemenangan PKS sekaligus Prabowo-Sandi itu disosialisasikan bersama melalui atribut, serta mengoptimalkan kader daerah. DPD PKS Kota Bandung juga mendorong kader muda dan mengusung kampanye gembira.

Dari 50 caleg yang akan bertarung, Tedy menyebut ada 20 orang kader muda di bawah 35 tahun. Bahkan, ada satu kader yang masih berusia 24 tahun.

“Kalau sebelumnya (Pileg 2014) kita hanya enam kursi, di 2019 kita tergetkan 13 kursi,” ucapnya.

Untuk mencapai target tersebut, seluruh kader dan simpatisan yang berjumlah lebih dari 10 ribu orang akan turun menunjukkan kesolidan dengan sosialisasi langsung di lapangan. Peran relawan Pilwalkot 2018 yang memenangkan Oded-Yana masih berperan penting.

Kemenangan lebih dari 50 persen itu menyimpan 600 ribu suara pendukung.

“Kita punya optimisme kurang lebih 600 ribu suara, maka target untuk menaikkan jumlah kursi menjadi 13 membutuhkan setara 350 ribu suara. Kita kampanye anti hoaks dan anti SARA. Pokoknya kita mah komitmen kampanye gembira seperti Pilwalkot kemarin,” katanya.

Caleg perempuan



Dari 50 caleg PKS Kota Bandung yang terdaftar, terdapat 19 orang perempuan. Jumlah 38 persen itu melebihi syarat minimal 30 persen perempuan.

Ia menjelaskan, keberpihakan kepada perempuan bukan hanya untuk memenuhi kuota sesuai aturan atau sekadar pencitraan. Posisi perempuan di dewan harus ditambah.

Tingkat keterwakilan DPRD Kota Bandung saat ini menjadi paling kecil dengan hanya tiga kursi anggota dewan perempuan.

“Jarang sekali partai menempatkan perempuan di nomor urut satu, biasanya hanya pelengkap syarat (minimal) saja. Tapi kita di sini memberi ruang perempuan ada di nomor urut satu yakni di Dapil 4 dan 6,” ujar Tedy.

Menurut Tedy tidak ada syarat khusus seseorang bisa mendapatkan nomor urut satu dalam Pileg. Hanya saja, PKS yang merupakan partai kader yang selalu mengutamakan struktural inti.

“Jadi bukan karena setor (uang) atau lain-lain,” katanya.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Jawa Barat Oded M. Danial menambahkan, yang dikedepankan oleh PKS adalah sistem.

“Dengan ciri khas partai dakwah, PKS tidak mengenal sistem parsialisme, tetapi lebih integralitas,” ujar Oded.

Dengan sistem itu, kata Oded, yang dikerjakan bukan hanya politik, tetapi sosial, budaya, dan ekonomi. Apalagi, ekonomi terus menjadi kekuatan kader PKS.

Hingga kini, pelatihan wirausaha dipacu terus berkelanjutan.

“Infaq dari kader PKS itu terus bertambah. Kemampuan para kader pun meningkat. Urusan duit bukan masalah karena kita mah berjamaah,” ujarnya.***

 

Bagikan: