Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 21.6 ° C

Pemerintah Harus Mendorong Pembangunan yang Melibatkan Masyarakat

Hendro Susilo Husodo
JEMBATAN penghubung yang dibangun melalui swadaya masyarakat di Kampung Bolenglang, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 10 November 2018.
JEMBATAN penghubung yang dibangun melalui swadaya masyarakat di Kampung Bolenglang, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 10 November 2018.

NGAMPRAH, (PR).- Jembatan penghubung yang dibangun melalui swadaya masyarakat diresmikan di Kampung Bolenglang, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 10 November 2018. Pemerintah daerah diharapkan turut mendorong pembangunan melalui partisipasi, swadaya, dan gotong royong masyarakat. 

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Trapawana Jawa Barat David Riksa Buana, mengatakan jembatan penghubung di Kampung Bolenglang tersebut cukup strategis karena menghubungkan berbagai daerah di Rongga. Murni dibiayai dari swadaya dan kas organisasi, pembangunannya pun melibatkan masyarakat.

Menurut dia, aksesibilitas yang buruk menjadi salah satu kendala yang memperlambat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan KBB. Oleh karena itu, LSM Trapwana Jabar menginisiasikan beberapa pembangunan jembatan secara swadaya, dengan beberapa jembatan telah dibangun di Gununghalu dan Cipongkor.

"Pada tahun ini, kami juga berencana membangun jembatan di Cibenda, Kecamatan Rongga, kemudiam di Wargasaluyu, Tangsi dan Sadatar di Kecamatan Gununghalu. Dalam pembangunannya itu, kami melibatkan masyarakat sekitar untuk membangun secara swadaya," kata David.

Anggota DPRD RI Dadang Rusdiana yang turut hadir dalam peresmian jembatan tersebut menyatakan, pembangunan melalui dana desa idealnya memiliki pilar berupa keswadayaan, partisipasi, dan gotong royong masyarakat. Dengan demikian, hasilnya akan berbeda dengan pembangunan yang bersifat proyek.

Menurut dia, pembangunan secara swadaya perlu dikembangkan agar masyarakat bisa mandiri, lebih peduli, dan turut menjaga atas hasil pembangunannya. 

"Pola pembangunan seperti ini harus terus didorong, terutama oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Bandung Barat dan Pemprov Jawa Barat," ujar Dadang. 

Ditanya lebih lanjut mengenai pengelolaan dana desa, Dadang menyatakan bahwa dana desa semestinya jangan selalu dimanfaatkan untuk melakukan pembangunan fisik. Untuk membangkitkan kegotongroyongan masyarakat, kata dia, pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga perlu dilakukan. 

"Jadi, di dalam pengelolaan dana desa itu minimal harus seimbang, antara pembangunan fisik, pembangunan SDM, dan ekonomi. Artinya, dana desa itu bisa benar-benar mengangkat ekonomi masyarakat, membangun infrastruktur di desa, juga meningkatkan kualitas SDM itu sendiri," ucapnya.***

 

Bagikan: