Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Pergerakan Tanah, 48 Rumah di Sindangkerta Retak-retak

Hendro Susilo Husodo
KEPALA Desa Puncaksari Abdul Rosyid meninjau retakan lantai rumah warga di Kampung Cihantap, RT 2 RW 7, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 7 November 2018.*
KEPALA Desa Puncaksari Abdul Rosyid meninjau retakan lantai rumah warga di Kampung Cihantap, RT 2 RW 7, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 7 November 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 48 rumah rusak karena bencana pergerakan tanah di Kampung Sawahjauh dan Kampung Cihantap, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Beberapa di antara rumah tersebut bahkan nyaris ambruk dan terancam longsor.

Seorang warga Kampung Cihantap, Ratmi (55) mengatakan, dinding dan lantai rumahnya terlihat mulai retak-retak pada pekan lalu. Dia menduga, retakan pada rumahnya dipicu oleh longsoran tebing di belakang pemukiman penduduk.

"Saya merasakan rumah bergoyang pada malam hari, keesokan paginya suami bilang ada longsor di bawah. Rumah ini awalnya enggak retak kayak begini, tapi mungkin tanahnya ada yang ikut tergusur, jadinya rusak," kata Ratmi, Kamis, 8 November 2018.

Rumah miliknya mengalami kerusakan di hampir semua bagian. Tembok kamar mandi, dapur, kamar tidur dan ruang tengah sudah retak, sementara lantai rumah sudah ambles dan bergelombang. Dengan kondisi tersebut, dia takut tinggal di rumahnya, tapi tak kuasa untuk pergi.

"Enggak tenang di rumah juga, apalagi kalau hujan lama dan deras, ya harus pergi ke luar rumah. Soalnya, rumah dan tanahnya itu kadang-kadang kayak yang bergerak. Mau tidur juga takut tertimpa tembok, karena temboknya sudah seperti ini," katanya. 

Kepala Desa Puncaksari Abdul Rosyid menyebutkan, dari hasil pendataan terdapat sedikitnya 48 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Beberapa rumah, kata dia, bahkan nyaris ambruk. "Ada rumah yang kondisinya mengerikan, karena rusak parah," ujarnya. 

Jika kembali turun hujan lebat, dia diperkirakan bahwa kondisi sebagian rumah dapat membahayakan warga. Meski begitu, kebanyakan warga keberatan meninggalkan rumahnya, karena harus meninggalkan barang-barang miliknya.

"Saya sudah sampaikan, supaya masyarakat jangan menyayangkan barangnya, tapi keselamatannya terancam. Ke ketua RT/RW, saya juga sudah minta supaya mengajak warga buat mengungsi kalau hujan lebat," katanya. 

Rosyad berharap, Pemkab Bandung Barat dapat mengupayakan agar warga terdampak direlokasi. Atau, kata dia, minimal membantu untuk menyiapkan tempat evakuasi yang memadai. Pasalnya, hujan deras dapat kembali terjadi, mengingat saat ini sudah musim hujan.

"Ini baru hujan pertama. Apalagi nanti, Desember dan Januari kan hujan tidak akan berhenti. Kalau ada apa-apa terhadap warga, kades juga yang disalahkan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat ikut membantu buat penanganan bencana di sini," katanya.***

Bagikan: