Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Penggembosan Ban Pelanggar Parkir Dimulai 12 November 2018

Muhammad Fikry Mauludy
DERETAN kendaraan roda empat terpakir di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis, 8 November 2018. Mulai Senin, 12 November 2018. Dishub Kota Bandung dan kepolisian mulai operasi penggembosan ban kendaraan pelanggar parkir.*
DERETAN kendaraan roda empat terpakir di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis, 8 November 2018. Mulai Senin, 12 November 2018. Dishub Kota Bandung dan kepolisian mulai operasi penggembosan ban kendaraan pelanggar parkir.*

BANDUNG, (PR).- Polrestabes Bandung menyatakan kesiapannya untuk melakukan operasi penggembosan ban kendaraan pelanggar parkir di Kota Bandung. Bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung, Operasi Cabut Pentil ban kendaraan itu rencananya akan dimulai Senin, 12 November 2018.

Kasubnit 2 Dikyasa Polrestabes Bandung Aiptu Jaja Tursija mengatakan, pihak kepolisian siap membantu untuk menerapkan aturan tersebut. Dalam teknis penerapannya di lapangan, keempat ban kendaraan milik pelanggar akan digembosi. Teknik ini diterapkan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar.

“Jadi empat bannya langsung dicabut pentil. Kalau satu masih bisa bergerak karena ada ban cadangan. Kalau empat bannya, dia akan berpikir dua kali untuk  parkir. Itu yang diharapkan supaya jangan coba-coba melanggar,” tutur Jaja, dalam Sosialisasi Operasi Cabut Pentil, di Taman Sejarah, Bandung, Kamis, 8 November 2018.

Ia menambahkan, Polrestabes Bandung telah siap bersama seluruh unsur yang akan dilibatkan dalam penindakan terhadap pelanggar parkir ini. Kepolisian akan mendukung dari sisi penegakan hukum untuk menekan angka pelanggaran parkir. Diketahui, pelanggaran parkir ini menjadi bagian pemicu kemacetan di Kota Bandung.

“Sesuai dengan UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, polisi sebagai penegak hukum kami melakukan dari sisi penegakan hukumnya. Kita siap mengawal kepwal (keputusan wali kota Bandung) ini supaya bisa berjalan lancar demi menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib lagi. Jadi kita harus sama-sama,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Perhubungan Anton Sunarwibowo mengatakan, selain Dishub, di dalam tim ini juga melibatkan unsur Polrestabes, Kodim, Denpom.

"Sekarang mah kita kendaraannya kempesin aja. Bagaimana pun terburu buru tetap harus memperhatikan aturan lalu lintas," katanya.

Aturan baru ini untuk menegaskan posisi penindakan yang selama ini dilakukan Dishub Kota Bandung. Selama ini para pelanggar terkesan kurang menggubris penindakan yang hanya bersifat imbauan, pengangkutan sepeda motor, penggembokan, atau penempelan stiker peringatan.

“Salah satu biang kemacetan di kota Bandung itu karena perilaku pengguna jalan yang parkir sembarangan. Kita berpikir mereka (pelanggar) belum kapok nih, makanya kita buatkan  aturan baru pada bulan Oktober dan siap dilakukan operasi gabungan cabut pentil (pada November),” ujar Anton.

Anton menjelaskan, secara umum ada tiga titik yang menjadi fokus penindakan yakni kendaraan yang parkir di trotoar, parkir bukan pada markanya, dan parkir di tempat yang terdapat rambu larangan parkir dan larangan berhenti.

“Targetnya di pusat kota, seperti depan sekolah, perguruan tinggi, tempat pelayanan seperti rumah sakit dan pusat kuliner, kantor pemerintah, mal dan restoran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Trasportasi Dishub Kota Bandung Asep Koswara menambahkan, petugas akan berkeliling dengan jajaran terkait untuk patroli di pusat Kota Bandung yang ramai rawan akan parkir liar. Dalam satu hari timnya bisa menindak 120 kendaraan yang melanggar parkir.***

Bagikan: