Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Pembangunan Cable Car di Lembang, Pemkab Bandung Barat Tambah Rencana Rute

Hendro Susilo Husodo
SUASANA antrean kendaraan di Jalan Raya Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 16 Juni 2018.*
SUASANA antrean kendaraan di Jalan Raya Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 16 Juni 2018.*

 

NGAMPRAH, (PR).- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menyatakan bahwa rencana pembangunan kereta gantung atau cable car bakal meliputi tiga titik di Lembang. Rencana terkini, kereta gantung itu bukan hanya melintasi rute antara tempat wisata Farmhouse-Floating Market, seperti yang sebelumnya dia nyatakan.

"Jadinya buat cable car itu nanti ada di tiga titik, yaitu di Farmhouse, Floating Market, dan Pasar Lembang. Rencana pembangunannya ditambah satu rute lagi, karena dari Floating Market ke Pasar Lembang itu bisa langsung, enggak pakai tiang lagi buat di pasarnya," kata Umbara di kantornya, Ngamprah,  Bandung Barat.

Menurut dia, pembangunan kereta gantung itu akan dilaksanakan oleh investor bersama dengan badan usaha milik daerah Kabupaten Bandung Barat. Nota kesepahaman (MoU) buat rencana pembangunannya telah ditandatangani, selanjutnya tinggal membuat perjanjian kerja sama. 

"Buat pembangunan cable car ini nilai investasinya lumayan besar. Dari Farmhouse ke Floating Market saja sekitar Rp 120 miliar. Kalau cable car ini sudah terhubung dengan beberapa titik lainnya, nilai investasinya itu bisa mencapai triliunan rupiah," ucapnya. 

Menurut dia, investasi dari pihak sangat penting untuk menunjang pembangunan di Bandung Barat. Soalnya, kata dia, jika pembangunan daerah hanya memgandalkan dana dari APBD, maka pembangunan akan berjalan lambat. Oleh karena itu, pembangunan kereta gantung di Lembang memerlukan sokongan dari investor.

"Kalau mikir pembangunan Bandung Barat dari APBD saja, lama majunya. Buat membangun dengan anggaran Rp 5-6 triliun, dari APBD itu tidak mudah buat mengejarnya. Makanya, diperlukan investor. Jadi, uang di APBD tetap digunakan buat program-program prioritas," katanya. 

Umbara menyebutkan, rencana pembangunan kereta gantung diharapkan dapat menghubungkan sejumlah destinasi wisata di Lembang. Selain Farmhouse dan Floating Market, dia pun menghendaki pembangunan kereta gantung di Orchid Forest, Maribaya, dan The Lodge.

Dia pun menyatakan, peletakan batu pertama buat pembangunan kereta gantung itu bakal masuk ke dalam program 100 hari kerjanya. Selain dianggap dapat mengurai kemacetan di Lembang, kereta gantung juga dinilai bisa menarik animo wisatawan. 

"Jadi, wisatawan itu menyimpan mobilnya di satu titik, lalu berwisata di Lembang sekalian naik kereta gantung. Namun, memang diperlukan lahan yang cukup luas buat kantong parkirnya. Mungkin pada 2019 kamiIbakal membangunnya. Silahkan saja pengusaha wisata juga ikut membuka lahan parkir baru," tuturnya.***

Bagikan: