Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Ketiga Kali Mendaki Gunung Cartenz, Andika Pratama Meninggal Tertimpa Batu

Abdul Muhaemin
KELUARGA berfoto usai pemakaman almarhum Andika Pratama di Bandung, Jawa Barat, Senin 5 November 2018. Andika Pratama menghembuskan nafas terakhirnya di Pegunungan Cartenz, Papua akibat tertimpa batu pada Sabtu 3 November 2018 saat menuju salah satu puncak gunung tertinggi dunia bersama tiga orang rekannya serta enam pendaki asing asal Rusia dan Azerbaijan.*
KELUARGA berfoto usai pemakaman almarhum Andika Pratama di Bandung, Jawa Barat, Senin 5 November 2018. Andika Pratama menghembuskan nafas terakhirnya di Pegunungan Cartenz, Papua akibat tertimpa batu pada Sabtu 3 November 2018 saat menuju salah satu puncak gunung tertinggi dunia bersama tiga orang rekannya serta enam pendaki asing asal Rusia dan Azerbaijan.*

BANDUNG, (PR).- Seorang pendaki asal Bandung Andika Pratama meninggal dunia saat melakukan ekspedisi ke Gunung Cartenz di dataran tinggi Jayawijaya, Timika, Papua pada Sabtu 3 November 2018. Andika meninggal usai tertimpa batu saat melakukan pendakian bersama rombongan dari CV Cesta Adventure selaku agen perjalanan.

Pendakian bermula pada 29 Oktober 2018, Andika dan tim berangkat ke Base Camp Yellow Valley menggunakan helikopter Komala Air untuk melakukan pendakian ke Puncak Carstensz Pyramid.

Namun pada 3 November 2018, salahseorang rekan korban yang berada di Base Camp Yellow Valley, memberikan kabar kepada temannya Sofyan yang stand by di Timika bahwa korban meninggal dunia akibat tertimpa batu saat proses pendakian ke puncak Cartenz.

Jenazah Andika Pratama sedianya akan langsung dievakuasi dengan mencarter helikopter milik Komala air dari Timika pada hari Sabtu, namun karena terkendala dengan cuaca dan kondisi yang tidak memungkinkan, proses evakuasi ditunda hingga Minggu pagi.

Dilansir Antara, Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto yang dihubungi melalui telepon selular dari Jayapura mengakui, evakuasi sudah dilaksanakan sejak Minggu 4 November 2018 pukul 06.27 WIT setelah helikopter mendarat di Jellow Valley dan langsung diterbangkan ke Timika, Papua.

Setelah tiba di Timika, jenazah Andika langsung dibawa ke RSUD Timika sebelum diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Suasana haru saat pemakaman



Jenazah alamarhum Andika Pratama baru tiba di rumah duka pada pukul 24.00 WIB, usai disemayamkan di rumah duka almarhum langsung dimakamkan pada Senin pukul 07.30 WIB di pemakaman keluarga Jamaras di Cikadut, Kota Bandung.

Suasana haru langsung pecah, keluarga, teman serta saudara tidak bisa membendung tangisnya saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.

Adik almarhum, Aulia Anindita menceritakan sosok Andika memang hobi mendaki gunung sejak di bangku sekolah, lalu berlanjut saat mengikuti organisasi mahasiswa pecinta alam di Universitas Parahyangan. Hingga akhirnya Andika bekerja di salahsatu perusahaan pendakian expedition.

"Kita tidak terlalu dekat karena beda kota dari SMA, tapi komunikasi cukup intens dia sederhana banget, orangnya ga macam-macam," katanya.

 Menurut dia, almarhum sudah pergi ke Cartenz sebanyak tiga kali. Bahkan gunung yang ada di Papua ini merupakan gunung favoritnya.

"Pernah bilang, semua gunung yang pernah gue didatengin, Cartenz yang paling 'nyebelin' tapi begitu sampai di puncak, lu bakal jatuh cinta pada di gunung itu," katanya.

Gunung tertinggi di Australia dan Oceania



Melansir dari Cartenzpapua.com, Cartenz  pyramid atau yang biasa disebut puncak jaya kesuma merupakan sala hsatu puncak tertinggi di Australia dan Oceania, gunung yang terletak di Papua ini memiliki ketinggian yang diakui secara resmi adalah 4.884 mdpl. Meskipun banyak sumber masih mengklaim tingginya adalah 5.030 mdpl.  

Selain merupakan salahsatu puncak tertinggi di Aystralia dan Oceania, Cartenz Pyramid memiliki tekstur dan lapisan yang cukup berbahaya lantaran terbuka dan curam. Sehingga banyak para pendaki yang kesulitan saat ingin melakukan pendakian.

Pada tahun 1623 John Cartenz salahseorang pendaki asal Belanda menyebarkan berita ke orang-orang di Eropa bahwa terdapat gunung bersalju di daerah khatulistiwa, meskipun banyak yang tidak mempercayai akan kebenarannya. Dia adalah orang Eropa pertama yang melihat Cartenz Pyramid dengan matanya sendiri.***

Bagikan: