Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Petugas Gabungan Gagalkan Rencana Pesta Seks Sekelompok Muda-mudi di Bandung

BANDUNG, (PR).- Rencana pesta seks sekelompok muda-mudi di salah satu kamar hotel Kota Bandung digagalkan petugas gabungan dari Satpol PP, Polisi dan TNI. Dari temuan petugas, terdapat satu kamar yang diisi oleh enam orang yang terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.

“Jadi arahan pendamping kita di Korwas (koordinator pengawas) diindikasikan akan melakukan kegiatan yang ga senonoh, pesta seks. Kita amankan dan jaring," ujar Kepala Seksi Bidang Penyidikan dan Penertiban Satpol PP Kota Bandung, Mujahid, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat 19 Oktober 2018.

Keenam muda-mudi yang hendak melakukan pesta sex itu ditemukan saat petugas menggelar operasi yustisi di salah satu hotel wilayah Lengkong, Kamis 18 Oktober 2018 malam. Mereka langsung digelandang ke Markas Komando Satpol PP untuk pemeriksaan lanjutan.

Tidak hanya mendapati para peserta pesta seks, di dalam kamar para petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan. Selanjutnya obat-obatan ini langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

"Kita belum bisa mengindikasikan (jenis obat) karena kewenangan ada di pihak kepolisian jadi kita hanya posisinya mengamankan saja," kata dia.

Selain berhasil menggagalkan rencana pesta seks, petugas juga berhasil mengamankan belasan orang lainnya yang diduga akan melakukan tindakan asusila. Satu di antara mereka merupakan warga negara asing asal Tiongkok.

Dia kedapatan tengah bersama seorang wanita yang bukan berstatus sebagai istrinya di dalam sebuah kamar.

"Kita amankan diperiksa dulu sejauh mana, kedatangannya ke sini gimana. Kewenangan ada di kepolisian," ucapnya.

Menurut Mujahid, operasi yustisi ini akan rutin dilakukan sebagai upaya penegakkan Perda K3 (Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan) dan langkah memberantas penyakit masyarakat di Kota Bandung.

"Giat ini rutin kita lakukan, guna menciptakan kondisi kota yang aman dan tertib, dengan giat ini juga sekaligus efek jera kepada warga yang berperilaku melanggar," katanya.

Kondom



Sementara itu, petugas juga menemukan adanya hotel yang menyediakan alat kontrasepsi berupa kondom yang diduga diperuntukan bagi tamu di daerah Pangarang, Kota Bandung. Alat kontrasepsi itu ditemukan tersimpan di meja resepsionis.

"Kita panggil pengelolanya dan kita arahkan. Karena untuk menegakkan pasal Perda pariwisata," ujarnya.

Menurut dia, pengelola hotel tersebut akan dimintai keterangan perihal adanya kondom di meja resepsionis. Apabila terbukti memfasilitasi perbuatan asusila maka Pemkot Bandung akan menjatuhi sanksi tegas.

"Pemkot bisa mencabut izin hotel tersebut apabila terbukti dia memfasilitasi perbuatan prostitusi atau asusila," kata dia.

Selain penemuan alat kontrasepsi, petugas juga berhasil menjaring beberapa pasangan bukan suami istri tengah berduaan di dalam kamar. Mereka kemudian digiring ke Mako Satpol PP untuk dilakukan pendataan.

Bila terbukti melakukan tindakan asusila, mereka bisa mendapatkan hukuman tindak pidana ringan.

"Ternyata kita dapati beberapa pasang (bukan suami istri). Kalau terbukti (bertindak asusila), kita sidangkan di pengadilan. Giat ini sebagai penegakkan Perda K3," ucapnya.(Fani Ferdiansyah)***

Bagikan: