Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.6 ° C

Rawan Longsor, Cisarua Lembang Diusulkan Jadi Kampung Siaga Bencana

Cecep Wijaya Sari
WARGA berdiri di sekitar longsoran tanah di Kampung Cimeta, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 5 April 2016. Jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Cikalongwetan tersebut rawan longsor.*
WARGA berdiri di sekitar longsoran tanah di Kampung Cimeta, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 5 April 2016. Jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Cikalongwetan tersebut rawan longsor.*

NGAMPRAH, (PR).- Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat mengusulkan Desa/Kecamatan Cisarua untuk menjadi Kampung Siaga Bencana. Hal ini berdasarkan potensi kerawanan bencana di daerah perbukitan tersebut, sehingga masyarakat setempat harus bisa melakukan mitigasi bencana.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Yuyun Budiarti mengungkapkan, saat ini baru Cililin yang ditetapkan menjadi Kampung Siaga Bencana oleh Kementerian Sosial pada 2017 lalu. "Wilayah-wilayah lainnya sebenarnya juga punya potensi bencana, seperti di kawasan Bandung utara. Namun, kami usulkan Cisarua dulu," ujarnya, Kamis 17 Oktober 2018.

Menurut dia, wilayah Cisarua rawan terjadi longsor dan gempa lantaran posisinya berada di jalur sesar Lembang. Bahkan beberapa tahun lalu, sempat terjadi tanah ambles di Kampung Murilrahayu, Desa Jambudipa yang diduga akibat pergeseran sesar Lembang.

Dengan kondisi itu, pembentukan Kampung Siaga Bencana dibutuhkan untuk meminimalisasi korban bencana. "Untuk Cisarua, mudah-mudahan bulan ini bisa segera dibentuk Kampung Siaga Bencana," kata Yuyun.

Untuk diketahui, Kampung Siaga Bencana dibentuk Kementerian Sosial untuk meminimalisasi dampak bencana alam. KSB beranggotakan masyarakat dari berbagai elemen yang dinilai mengetahui potensi bencana di wilayahnya.

Personel KSB diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan penyelamatan terhadap para korban bencana alam. Nantinya, mereka juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Taruna Siaga Bencana, Palang Merah Indonesia, dan Pemadam Kebakaran.

Ancaman sesar Lembang



Sementara itu, Bandung Barat diketahui merupakan wilayah rawan bencana longsor, puting beliung, banjir, hingga gempa. Wilayah perbukitan seperti daerah utara dan selatan KBB paling rawan terjadi bencana alam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Duddy Prabowo sebelumnya mengunkapkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui aparat kewilayahan. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi mengenai ancaman sesar Lembang kepada masyarakat di jalur tersebut, mulai Padalarang, Ngamprah, Cisarua, Parongpong, hingga Lembang. 

"Tujuannya, agar masyarakat bisa mengenali ancaman bencana serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Sebab, bencana ini tidak bisa diprediksi datangnya dan tidak memandang status sosial," ujar Duddy.***

Bagikan: