Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Kampung Toleransi di Kota Bandung Bertambah

Muhammad Fikry Mauludy
TOKOH kristiani berbincang dengan seorang muslim di Kampung Toleransi Umat Beragama, Rw 11 Komplek Dian Permai, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis 18 Oktober 2018. Kampung Toleransi tersebut diharapakan menjadi wilayah percontohan yang menjunjung tinggi perbedaan dengan saling menghargai antar sesama di Kota Bandung.*
TOKOH kristiani berbincang dengan seorang muslim di Kampung Toleransi Umat Beragama, Rw 11 Komplek Dian Permai, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis 18 Oktober 2018. Kampung Toleransi tersebut diharapakan menjadi wilayah percontohan yang menjunjung tinggi perbedaan dengan saling menghargai antar sesama di Kota Bandung.*

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung menambah wilayah Kampung Toleransi. Setelah di Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong dan di Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler, kini Kompleks Dian Permai RW 12, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay turut bergabung.

Secara demografi, penduduk kawasan ini beragam. Selain etnis Sunda, di kawasan ini dijuga dihuni oleh etnis Tionghoa, dengan keragaman agama di antaranya, Islam, Kristen, Budha, dan Hindu.

“Mang Oded selalu mengapresiasi jika di suatu daerah hadir toleransi. Meski beragam, warga tetap saling bersatu,” ujar Wali Kota Bandung Oded M. Danial, saat meresmikan Kampung Toleransi Umat Beragama, di Kompleks Dian Permai RW 12 itu, dalam rilis yang diterima “PR”, Kamis (18/10/2018).

Dengan keberagaman latar belakang, kampung ini mampu berperan sosial tinggi bagi masyarakat di sekitarnya. Dengan rutinitas pengumpulan uang sebesar Rp 25.000 per rumah, diciptakan donasi yang digunakan untuk membantu kebutuhan bagi keluarga yang kurang mampu. Oded yakin, kerukunan beragama di Kota Bandung selalu mengedepankan saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

“Urusan kerukunan memang harus harus dikedepankan. Itu bisa terwujud ketika urusan toleransi ini berkembang dan tumbuh. RW 12 ini saya lihat ini sudah bagus. Saya yakin lokasi ini bisa menjadi contoh untuk RW yang lain di Kota Bandung,” kata Oded.

Ketua Kampung Toleransi Kelurahan Babakan, Yuyu, berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah mendukung hadirnya kampung toleransi itu. Sejak lama, warga setempat terus menggelorakan kebersamaan di tengah perbedaan. Warga juga ikut bangga saat Kampung Toleransi terus bermunculan di berbagai tempat, terutama di Kota Bandung.

“Kami bangga karena Kota Bandung ini terus menghadirkan kerukunan. Maka hadirnya kampung toleransi kita bersyukur sekali,” ujarnya.

Yuyu mengakui jika menciptakan kerukunan tidak mudah. Diperlukan kesamaan persepsi di antara warga supaya bisa menggerakkan misi yang sama. Pada dasarnya, kata Yuyu, manusia memiliki keinginan untuk selalu hidup rukun.

“Dengan adanya kampung ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak lancar seperti jalan tol, ada rintangan dan halangan. Tetapi saya bersama warga maju terus untuk menghadirkan lingkungan yang nyaman ini,” tuturnya.

Camat Babakan Ciparay, Momon Ahmad mengungkapkan, kebersamaan hadir di wilayah tersebut melalui pertemuan dan silahturahmi yang rutin digelar warga. Dibutuhkan aktivitas berkelanjutan untuk terus menjaga kerukunan warga.

“Antara umat beragama di sini saling membantu, gotong royong seperti jaga malam pun ikut serta warganya. Intinya sering silaturahim, setiap malam minggu berkimpul juga ngaliwet (makan) bersama. Ini dijadikan media untuk silaturahim,” kata Momon.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, Kampung Toleransi merupakan miniatur dari sebuah sikap toleransi di Negara Republik Indonesia.

“Peresmian kampung toleransi ini yang ketiga. Tetapi sesungguhnya toleransi di sini sudah lama tumbuh. Peresmian ini untuk lebih memotivasi dan memberikan penguatan dalam toleransi kehidupan beragama, juga sebagai bentuk penegasan dan penguatan,” ujarnya.

Bagikan: