Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.6 ° C

Hilang Hampir Setahun di Hutan Cikole, Mak Titing Ditemukan Sudah Jadi Kerangka

Hendro Susilo Husodo
Identitas Mak Titing, di lokasi penemuan kerangka Mak Titing saat proses evakuasi dilakukan dari wilayah hutan Gunung Lingkung, Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Selasa, 16 Oktober 2018.*
Identitas Mak Titing, di lokasi penemuan kerangka Mak Titing saat proses evakuasi dilakukan dari wilayah hutan Gunung Lingkung, Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Selasa, 16 Oktober 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Setelah hilang hampir setahun lalu saat gerak jalan di Hutan Cikole, Raden Siti Widaningsih (75) alias Mak Titing akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah jadi kerangka di wilayah hutan Gunung Lingkung, Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Selasa, 16 Oktober 2018.

Proses evakuasi dilakukan sehari berikutnya, Rabu, 17 Oktober 2018, dengan melibatkan tim gabungan dari Polsek Jalancagak dan Polsek Lembang, polisi hutan dari Perhutani, tim SAR Brimob dari Cikole, relawan SAR, komunitas pencinta alam, komunitas mobil offroad, warga sekitar, maupun pihak keluarga. 

Pencarian kerangka Mak Titing dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah ditemukan pada pukul 11.00 WIB, kerangka dari perempuan Mak Titing selesai dievakuasi sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah diserahterimakan di Polsek Jalancagak, kerangka Mak Titing dibawa keluarga ke kediaman di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Cucu dari Mak Titing, Deden Rohmat (35) menuturkan, proses evakuasi cukup rumit karena lokasi penemuan kerangka menjorok dari jalan setapak atau sekitar dua kilometer dari jalur buat gerak jalan.

"Kami pun bikin trek sendiri. Kebetulan posisi mayat di atas sungai kecil. Sepintas enggak terpikir ada di bawah (jurang), karena jalannya itu cukup sulit," katanya.

Melihat posisi penemuan kerangka, dia menduga Mak Titing jatuh terperosok dari jalur di hutan. Soalnya, kata dia, di dekat kerangka juga terdapat bekas longsoran tanah.

"Lokasi di situ mungkin belum dimasuki (sewaktu pencarian setahun lalu), karena medannya juga sulit. Kalau di atasnya, iya (pernah dilalui)," ujarnya.

Deden mengatakan, penemuan kerangka Mak Titing tetap disyukuri oleh pihak keluarga, meski ada bagian yang tak utuh. Hanya rambut putih yang masih tersisa dari tubuh Mak Titing.

"Ada KTP yang dari awal dibawa. Tas dan pakaian juga masih ada. Pakaian atas masih utuh, sedangkan celana dan tas sudah robek. Kerangkanya agak tercecer," katanya.

Mencari jamur



Kerangka Mak Titing itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga Kampung Cibeusi, Daib (62) yang sedang mencari jamur bersama saudaranya, Karmo (50). Daib mengaku hanya sesekali mencari jamur untuk dimakan sendiri atau dijual kalau dapat banyak. Lokasi penemuan kerangka, kata dia, baru pertama kali dilaluinya.

"Kemarin itu saya menemukan sekitar jam 09.00 WIB. Awalnya melihat kaos, kerudung, pakaian dalam, lalu melihat tengkorak. Karena takut, saya langsung lari. Saya bilang ke saudara saya yang ikut mencari. Kami lalu mengeceknya lagi buat memastikannya. Setelah itu, penemuan kerangka ini dilaporkan ke kepala desa," tuturnya.

Setelah menemukan kerangka tersebut, Daib mengaku langsung teringat dengan Mak Titing yang sekitar setahun lalu dikabarkan menghilang. "Saya sudah tahu, dulu ada orang hilang di Hutan Cikole. Makanya, saya pikir ini mayat dari orang yang hilang itu. Soalnya, enggak ada lagi kabar soal orang hilang yang lain di sekitar sini," ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Subang AKP Ilyas Rustiandi menyatakan bahwa kerangka yang ditemukan di wilayah hutan Gunung Lingkung merupakan Siti Wadianingsih atau Mak Titing. Setelah dievakuasi, kerangka diserahterimakan ke pihak keluarga untuk dilakukan pembersihan dan pemakaman.

"Ya, memang benar itu Mak Titing dan kami pun sudah serahterimakan ke pihak keluarga. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan dan mengakui bahwa itu adalah anggota keluarganya, dengan tidak perlu dilakukan autopsi atau lainnya," katanya.

Menurut dia, Mak Titing sempat masuk dalam data orang hilang setahun lalu, saat ada kegiatan jalan santai tingkat RW. "Iya, Mak Titing ini memang kami dapat laporan hilang setahun lalu. Kami bersyukur saat ini sudah ditemukan, meski dalam kondisi tak hidup," ujarnya.

Mak Titing diketahui menghilang saat ikut gerak jalan dari bumi perkemahan di Cikole ke Puncak Eurad, Selasa, 31 Oktober 2018. Dia ikut gerak jalan bersama sekitar 40 warga RW 6, Desa Cikole, pada pagi hari. Sampai rombongan lainnya selesai makan siang, perempuan yang memiliki lima anak itu tak kunjung datang.

Kabar Mak Titing yang hilang itu ramai diperbincangkan, karena di Hutan Cikole jarang terjadi orang hilang. Pencarian Mak Titing pun dilakukan oleh tim gabungan yang berjumlah ratusan orang.

Setelah pencarian selama sepekan tak membuahkan hasil, pencarian kemudian diperpanjang hingga sepekan berikutnya. Akan tetapi, Mak Titing tetap tak ditemukan.***

Bagikan: