Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Tarik Wisatawan, Bandung Barat Andalkan Hutan Kota

Hendro Susilo Husodo
WARGA melintas di area perkantoran kawasan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin 9 Juli 2018. Sebagian kepala dinas dan ASN lainnya di rotasi dan mutasi menempati jabatan baru di Pemkab Bandung Barat.
WARGA melintas di area perkantoran kawasan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin 9 Juli 2018. Sebagian kepala dinas dan ASN lainnya di rotasi dan mutasi menempati jabatan baru di Pemkab Bandung Barat.

NGAMPRAH, (PR).- Lima organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan untuk membenahi hutan kota di kawasan Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat di Mekarsari, Ngamprah. Pada tahun depan, hutan kota diharapkan menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, kompleks pemerintahan akan ditata sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat, termasuk wisatawan dari luar kota. Dia menilai, penataan kompleks pemerintahan sebagai tempat wisata dapat meningkatkan indeks kebahagiaan warga Bandung Barat.

"Ke depan diharapkan banyak orang yang berkunjung dan menikmati tempat ini, karena di sini akan ditanami buah buahan. Juga akan diselesaikan pembangunan food court, telaga, dan sebagainya (di kompleks pemerintahan)," kata Umbara, seusai memimpin kegiatan bersih-bersih hutan kota, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut dia, sudah semestinya masyarakat mengetahui tempat-tempat pelayanan pemerintah. Hutan kota yang berada di kompleks pemerintahan pun akan didesain sebagai sarana rekreasi warga. Umbara menargetkan, pembenahan hutan kota bisa selesai pada tahun depan. 

"Kalau sekarang sepi, minimal kalau sudah ditata bisa 500 orang yang berkunjung ke hutan kota dan plasa. Di plasa juga akan dibuat replika objek wisata yang berkaitan dengan pemerintah, Ciburuy, Malela, Maribaya. Jadi, ini akan menarik bagi wisatawan, bukan hanya warga Bandung Barat," ucapnya. 

Selesai 2019



Dia menyebutkan, lima OPD yang ditugaskan untuk menata hutan kota ialah Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemukiman dan Perumahan, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kelima OPD itu, kata dia, mulai menata hutan kota pada tahun depan.

"Saya ingin pada 2019 selesai. Januari bisa lelang, Maret bisa mulai dikerjakan, sehingga Agustus atau September sudah bisa dinikmati masyarakat. DED (detail engineering design) sudah ada, tinggal menganggarkan saja," kata Umbara.

Sementara pada tahun ini, dia menyatakan, penataan hutan kota lebih bersifat pembersihan, karena di perubahan APBD 2018 tidak dianggarkan. Pembersihan hutan kota dilakukan dengan melibatkan aparatur sipil negara dan relawan pendukungnya. 

"Hutan kota ini sudah lama tidak terkontrol. Ke depan bisa menjadi maskot, bisa menjadi pendapatan asli daerah. Luas keseluruhannya 4,6 hektare, bisa buat ketangkasan domba, tempat buat burung. Plasa dan hutan kota konturnya sudah bagus, tapi dibiarkan seperti itu saja. Di sini nanti ada telaga, yang akan diberi nama Talaga Bandung Barat Lumpat," tukasnya.

Kepala Dinas LH Apung Hadiat Purwoko mengaku belum tahu anggaran yang akan dikeluarkan untuk menata hutan kota. Anggarannya, kata dia, baru terlihat setelah dewan menyetujui APBD 2019. Menurut dia, Dinas LH bakal membuat komposter, biopori, dan menjaga agar kawasan di hutan kota tidak erosi. 

"Karena Pak Bupati ingin keberadaan hutan kota ini menjadi indikator untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyakat, nanti manakala pohonnya berbuah, masyarakat bisa memetik dan menikmati buah-buahan di hutan kota ini. Di sini juga ada tanaman keras untuk menahan tanah agar tidak terjadi erosi," katanya.***

Bagikan: