Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Spanduk Kekecewaan Bobotoh Persib Atas PSSI Bertebaran di Sudut-sudut Kota Cimahi

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Bertebaran spanduk hingga aksi vandalisme sebagai aksi protes bobotoh Persib atas sanksi disiplin yang diterapkan Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di sejumlah lokasi di Kota Cimahi. Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP dan Damkar) Kota Cimahi terpaksa bakal menurunkan spanduk tersebut karena merusak estetika kota dan melanggar Perda Ketertiban Umum.

Spanduk bertuliskan nada protes terhadap PSSI terpasang pada Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di kawasan Cilember, Tagog, serta Alun-alun Cimahi. Ada juga coretan-coretan pada dinding yang berada di pinggir ruas jalan utama tersebut. 

Spanduk berisi kekecewaan atas sanksi yang diterima Persib yang dinilai tidak adil dan memberatkan. Tulisan yang terdapat dalam spanduk diantaranya, "Kami Melawan Keadilan", "Selamat Tinggal Keadilan, Disaat Peraturan Tak Lagi Benar", "Perdamaian Tanpa Keadilan Hanya Ilusi-Rukyah PSSI", hingga tulisan bernada kecewa atas kepemimpinan Ketua PSSI Edy Rahmayadi  "Edy Out-Semoga Masuk Neraka".

Plt Kasatpol PP Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, pihaknya akan menurunkan spanduk tersebut karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2005 Tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).

"Manakala pemasangan spanduk sudah melanggar ketertiban umum atau dipasang di tempat yang dilarang pasti kita akan turunkan tidak terbatas hanya melihat materi spanduk," ujarnya, Kamis 11 Oktober 2018.

Dadan melanjutkan, pemasangan spanduk tersebut merusak keindahan kota dan bisa menjadi sampah visual. Terlebih tidak diketahui pihak yang memasang spanduk-spanduk tersebut.

"Kita tidak tahu siapa yang memasangnya. Karena terlihat tidak rapi, mengganggu keindahan kota dan bisa jadi kumuh kalau dibiarkan bisa bertambah banyak," katanya.

Jika setelah diturunkan terdapat pihak yang keberatan, lanjut Dadan, pihaknya mempersilahkan untuk menghubungi langsung Dinas Pol PP dan Damkar Kota Cimahi. "Mendingan kita turunkan. Kalau ada yang komplain silahkan mereka datang ke kantor. Nanti kami akan memberikan pengarahan agar tidak memasang spanduk ditempat terlarang," ucapnya.

Ia mengimbau, untuk masyarakat agar tidak memasang spanduk sembarangan seperti di JPO, pagar pembatas jalan, maupun di taman yang ada di Kota Cimahi.

"Tidak boleh memasang spanduk di sembarang tempat, ada aturan tempat yang boleh memasang spanduk," kata Dadan.

Sebagian sudah dicopot



Sejauh ini, lanjut Dadan, pihaknya sudah menurunkan sejumlah spanduk yang dipasang di JPO yang ada di Alun-alun Kota Cimahi.

"Spanduk di JPO Alun-alun Cimahi sudah diturunkan termasuk spanduk yang berhubungan dengan Persib. Nanti juga spanduk yang ada di JPO Cilember akan kita turunkan. Masyarakat harus bisa bekerjasama untuk menjaga keindahan kota," tuturnya. 

Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persib setelah seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, meninggal karena diduga dianiaya sejumlah pendukung Persib di kawasan luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung sebelum pertandingan lawan Persija digelar, Minggu 23 September 2018.

Sanksi tersebut di antaranya Persib harus menggelar pertandingan kandang di luar Pulau Jawa tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018. Persib Bandung juga harus menjalani pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Suporter Persib dilarang menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019. Seluruh tersangka pengeroyokan Haringga Sirila dihukum Komdis PSSI tak boleh menonton sepak bola di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.***

Bagikan: