Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

25 Warga Meninggal Akibat HIV AIDS, Ini yang Dilakukan Dinkes Bandung Barat

Cecep Wijaya Sari

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 25 orang di Kabupaten Bandung Barat meninggal akibat menderita HIV/AIDS, 3 di antaranya meninggal tahun ini. Untuk meminimalisasi kasus HIV/AIDS, Dinas Kesehatan setempat mengintensifkan pemeriksaan voluntary counseling and testing (VCT) guna mendeteksi lebih dini resiko tertularnya penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan KBB Hernawan Widjajanto didampingi Kasi Pengendalian Penyakit Menular Asep Sutia menuturkan, di antara kelompok yang rawan tertular HIV/AIDS, yaitu  pelaku heteroseksual, laki seks laki, ibu hamil, dan ibu rumah tangga. "Untuk kelompok yang beresiko tertular HIV/AIDS ini, kami sarankan agar melakukan pemeriksaan VCT di rumah sakit," ujarnya di Ngamprah, Rabu, 3 Oktober 2018.

VCT adalah serangkaian tes untuk mengetahui apakah pasien dinyatakan positif atau negatif HIV. Pemeriksaan ini bersifat rahasia dan dilakukan secara sukarela. Dengan demikian, keputusan untuk mengikuti VCT berada di tangan pasien.

Hernawan mengungkapkan, saat ini pemeriksaan HIV/AIDS dilayani di beberapa rumah sakit pemerintah, seperti RSUD Cililin, RSUD Lembang, dan RSUD Cikalongwetan. Dokter yang menangani pemeriksaan ini juga akan merahasiakan identitas pasien. "Dokter yang menangani HIV/AIDS juga khusus, sehingga privasi pasien juga terjaga," ucapnya. 

Selain pemeriksaan medis, lanjut dia, pihaknya juga memantau kelompok dukungan sebaya, yakni komunitas sesama orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Di komunitas itu, para ODHA bisa saling memberikan dukungan agar kepercayaan diri mereka di tengah masyarakat tidak luntur.

"Dukungan dan motivasi ini kan sangat penting juga. Sebab, sering kali para ODHA ini merasa terkucilkan walaupun bisa jadi masyarakat tidak mengucilkan mereka," katanya.

Didominasi laki-laki



Sementara itu, data Dinkes KBB menunjukkan, sejak 2011 hingga Juli 2018 tercatat 323 kasus HIV/AIDS. Dari jumlah itu, 25 di antaranya meninggal dunia termasuk 3 orang meninggal tahun ini.

Penderita AIDS didominasi laki-laki, yakni sebanyak 64% dan perempuan 36%. Sebagian besar masih berusia produktif antara 25-49 tahun. Bahkan, ada juga balita yang tertular HIV dari ibunya, yakni sekitar 3%. Saat ini pun, ada 7 anak yang tengah dalam terapi HIV/AIDS di RSUD Cililin dan RSHS Bandung.

Dari segi pekerjaan, 27% penderita merupakan karyawan swasta, 23% ibu rumah tangga, dan 17% pengangguran. Jumlah penderita dari kalangan pekerja seks komersial hanya 3%. "Ibu rumah tangga justru yang rawan tertular, di antaranya bisa dari suaminya yang suka 'jajan'," kata Hernawan.

Dia menjelaskan, faktor penyebabnya masih didominasi hubungan seksual yang tidak aman (54%), disusul hubungan seks sesama laki-laki (34%). Sementara  itu, penularan dari narkoba hanya sekitar 3%.***

Bagikan: