Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Tingkatkan Peran Orangtua

Cecep Wijaya Sari

NGAMPRAH, (PR).- Orangtua memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dan memberikan perlindungan bagi anaknya, termasuk untuk menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Hal itu bisa dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pengasuhan yang menyenangkan bagi anak-anak.

"Orangtua dan juga guru harus memberikan pendidikan dengan cara menyenangkan bagi anak-anak. Ini menjadi salah satu cara untuk menghindarkan mereka dari tindakan kekerasan," ujar Bunda Pendidikan Anak Usia Dini KBB Yuyun Yuningsih Umbara di Lembang, Selasa, 25 September 2018.

Menurut Yuyun, pendidikan tersebut harus diberikan sejak usia dini untuk menciptakan anak-anak yang berkualitas, optimistis, dan berakhlak mulia. Dalam hal ini, dibutuhkan kepedulian yang tinggi bagi para orangtua terhadap anak-anak mereka.

Dia mengungkapkan, kepedulian orangtua tersebut akan menjadi kenangan yang indah bagi anak-anak ketika mereka dewasa nanti. Dengan kenangan yang baik saat kecil, mereka pun akan tumbuh menjadi pribadi yang optimis dan penuh percaya diri di masa depan. "Dengan demikian, mudah-mudahan anak kita semua menjadi aset dan cikal bakal penerus majunya bangsa ini," ujarnya. 

Yuyun juga berharap agar tahun 2019 mendatang setiap RW memiliki PAUD, bekerja sama dengan pemerintah desa setempat. Dengan demikian, diharapkan semua anak usia 2-6 tahun bisa mendapatkan pendidikan di lembaga tersebut.

Sementara itu, kurangnya perhatian orangtua terhadap anak menjadi salah satu penyebab kekerasan terhadap anak. Sejak awal tahun hingga awal Agustus lalu, sedikitnya 11 kasus terjadi dan telah diproses secara hukum.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak KBB Euis Jamilah mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi kekerasan yang menimpa anak-anak mereka. Apalagi, banyak di antara pelaku yang masih orang dekat korban.

"Sedini mungkin, ajarkan pada anak mengenai bagian-bagian vital yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali oleh orangtuanya sendiri. Ajak juga mereka untuk terus berkomunikasi mengenai apa yang mereka alami," katanya.***

Bagikan: