Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

ST Akhirnya Akui Buang Bayi yang Dilahirkannya Setelah Diinterogasi Polisi

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Perempuan yang diduga membuang bayi perempuan yang baru dilahirkan di tempat kamar mandi umum, ST (18) masih menjalani penanganan medis. Atas alasan kemanusiaan, kepolisian tidak melakukan penahanan.

ST menjalani perawatan di RS MAL Cibaligo, sedangkan bayi perempuannya ditangani di bidan dekat lokasi penemuan bayi.

Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman mengatakan, kasus bermula dari laporan warga yang menemukan bayi perempuan diduga dibuang di Gempol Asri, RT 01, RW 35, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin 24 September 2018. Saat ditemukan warga, bayi tersebut menangis dengan tali ari-ari masih menempel di bagian perut. Bayi hanya dibungkus sehelai kain dan masih berlumuran darah, temuan tersebut membuat geger warga setempat yang segera melapor ke kepolisian.

Unit Reskrim Polsek Cimahi Selatan hanya membutuhkan waktu enam jam untuk mengungkap bahwa TS merupakan ibu kandung bayi perempuan tersebut.

"Dia diamankan enam jam setelah kita menerima laporan soal penemuan bayi tersebut," katanya kepada wartawan di Mapolsek Cimahi Selatan Kompleks Pharmindo Jalan Mendut Kota Cimahi, Selasa 25 September 2018.

ST melahirkan seorang diri di kamar mandi umum. Akibatnya, dia mengalami pendarahan dan harus dirawat intensif.

Saat diamankan dikontrakannya,  ST awalnya tidak mengakui jika bayi yang ditemukan warga di kamar mandi umum merupakan bayi miliknya. Namun, penyidik terus menginterogasinya hingga ST akhirnya mengakui.

Alasan kemanusiaan, ST tidak ditahan



Sutarman mengungkapkan, awal penemuan bayi terjadi saat ST kedatangan ayahnya. Selama ini dia menyembunyikan kehamilannya dari orangtua tiba-tiba mengalami kontraksi. Dia lalu pamit untuk ke kamar mandi umum dengan alasan perutnya mules dan ingin buang air besar.

"Saat itulah dia melahirkan, dan meninggalkan bayinya. Dia sempat meminta temannya untuk mengambil bayi tersebut, namun keburu ketahuan warga," katanya.

Sutarman menyebutkan dalam waktu dekat akan memanggil mantan pacar ST untuk dimintai keterangan. "Kita minta keterangan saja kenapa bisa hamil dibiarkan sendiri," katanya.

Meskipun terbukti membuang bayinya, Sutarman mengaku dengan alasan kemanusiaan ST tidak ditahan dan tidak ditetapkan sebagai tersangka. ST hanya dikenakan wajib lapor satu minggu sekali. Bahkan, Sutarman dan jajaran menjenguk ST di rumah sakit dan memberi santunan.

"Pertimbangannya lebih kepada kemanusiaan. Kondisi ekonominya pas-pasan, bayinya masih butuh perawatan sang ibu dan butuh ASI. Ada jaminan dari orangtuanya jika ST tidak akan melarikan diri dan menghambat penyelidikan," ujarnya.

Sementara itu, dari pengakuan ST, bayi tersebut merupakan hasil hubungan diluar nikah dengan mantan pacar. Dia tidak berniat membuang bayinya, dan hendak dititipkan kepada temannya lantaran malu kepada orang tuanya.***

Bagikan: