Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Mantan Bupati Subang Imas Aryumningsih Divonis 6,5 Tahun

Yedi Supriadi
MANTAN Bupati Subang Imas Aryumningsih terdakwa kasus suap perizinan di Subang, mengusap wajah dengan tisu saat mendengar putusan sidang, di PN Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Senin 24 September 2018. Dalam sidang tersebut Imas divonis 6 tahun 6 bulan, dan denda 500 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.*
MANTAN Bupati Subang Imas Aryumningsih terdakwa kasus suap perizinan di Subang, mengusap wajah dengan tisu saat mendengar putusan sidang, di PN Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Senin 24 September 2018. Dalam sidang tersebut Imas divonis 6 tahun 6 bulan, dan denda 500 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.*

BANDUNG, (PR).- Mantan Bupati Subang Imas Aryumningsih divonis 6,5 tahun penjara. Selain itu Imas juga dikenakan denda Rp 500 juta, subsider kurungan tiga bulan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yang menuntut 8 tahun penjara.

Demikian terungkap dalam sidang vonis kasus suap perizinan di Subang dengan terdakwa mantan bupati Subang Imas Aryumningsih di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Senin 24 September 2018.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Dahmiwirda menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan sebagaimana di atur dalam dakwaan alternatif pertama, yakni pasal 12 hurup a Undang Undang Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan hukuman enam tahun dan enam bulan, denda Rp 500 juta, subsider kurungan tiga bulan," katanya.

Selain hukuman badan, Imas juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 410 juta. Jika setelah satu bulan keputusan tidak sanggup membayar, maka diganti dengan disitanya harta benda terdakwa, atau diganti kurungan penjara selama satu tahun. 

Sebelum membacakan putusannya, majelis hakim juga menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. 

Sementara untuk yang meringankan, terdakwa bersifat sopan, belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga, sudah lanjut usia, dan sering sakit. 

Atas putusan tersebut, baik terdakwa ataupun tim jaksa sama-sama mengambil sikap pikir-pikir. 

Usai sidang tim kuasa hukum Imas Aryumningsih, Alex Edward menganggap vonis 6,5 tahun terhadap kliennya masih terlalu tinggi. Karena dari data fakta yang terungkap di persidangan, kliennya sama kali tidak menerima. "Yang terima rata-rata bawahannya, dan dibagi-bagi. Makanya keputusan ini kami anggap masih tinggi," ujarnya.

Penyuap Imas



Masih dalam kasus yang sama, dalam sidang terpisah, Jaksa KPK mendakwa pengusaha besar yang investasi di subang, Puspa Sukrisna alis Ko Asun telah menyuap bupati Subang saat itu Imas Ariyumningsih.  Akibat perbuatannya Koh Asun terancam hukuman lima tahun penjara.

Dalam sidang Muhammad Razad, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Yadyn menyatakan terdakwa melakukan, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa hingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut memberi sesuatu.

"Yakni berupa uang seluruhnya sejumlah Rp.1.2 miliar kepada penyelenggara negara," katanya.

Uang sebesar itu diberikan kepada Imas Aryumningsih (tervonis 6,5 tahun), Asep Santika (tervonis 5 tahun), dan Darta (tervonis 5 tahun) melalui Miftahudin yang telah divonis dua tahun dalam berkas tuntutan terpisah.

Yadyn menyebutkan, uang senilai Rp 1, 2 miliar tersebut digelontorkan dengan rincian kepada Asep Santika Rp 40 juta, Darta Rp 824 juta, kemudian kepada Imas Aryumningsih senilai Rp 300 juta, fasilitas kampanye, dan uang tunai  Rp 110 juta.

Padahal patut diduga uang tersebut ada hubungannya dengan jabatan mereka sebagai penyelenggara negara, yakni untuk meloloskan atau mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi PT Alfa Sentra Property di Kabupaten Subang.

Atas perbuatannya tersebut, kepadanya didakwakan pasal 5 ayat satu (1) huruf a atau pasal 13 undang-undang tindak pidana korupsi. 

"Ancamannya maksimal lima tahun penjara, dia kan penyuap," kata Yadyn usai persidangan. Usai pembacaan dakwaan, kuasa hukum dan terdakwa tidak mengajukan eksepsi, dan sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.***

Bagikan: