Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Sebagian berawan, 17.6 ° C

Akhir Tahun Ini, Wisata Heritage dan Militer Cimahi Siap Diwujudkan

Ririn Nur Febriani
WISATA heritage dan militer Kota Cimahi bakal segera diwujudkan Desember 2018. Pemkot Cimahi siapkan sarana prasarana pendukung layanan tersebut agar konsep wisata tersebut layak dipromosikan dan memberi kesan baik kepada wisatawan.
WISATA heritage dan militer Kota Cimahi bakal segera diwujudkan Desember 2018. Pemkot Cimahi siapkan sarana prasarana pendukung layanan tersebut agar konsep wisata tersebut layak dipromosikan dan memberi kesan baik kepada wisatawan.

CIMAHI, (PR).- Wisata heritage dan militer Kota Cimahi bakal segera diwujudkan Desember 2018. Pemkot Cimahi siapkan sarana prasarana pendukung layanan tersebut agar konsep wisata tersebut layak dipromosikan dan memberi kesan baik kepada wisatawan.

Pada Senin 24 September 2018, Pemkot Cimahi gelar pelatihan pemandu Wisata Heritage Cimahi di Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi. Jumlah peserta mencapai 45 orang, mereka bakal diseleksi untuk memandu destinasi wisata yang bakal masuk rangkaian Wisata Heritage dan Militer Kota Cimahi. 

Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan, pelatihan diberikan agar para pemadu wisata itu sudah siap untuk memberikan pengetahuan terhadap para wisatawan soal destinasi wisata yang ada di Kota Cimahi. "Jadi tenaganya kita siapkan, sehingga jika wisata militer ini sudah berjalan sudah siap," ujarnya. 

Para peserta yang sebagian besar Mojang Jajaka Kota Cimahi tersebut, kata Ngatiyana, hasil dari seleksi yang nantinya akan dibagi tugas dan disebar ke setiap tempat wisata militer yang ada di Kota Cimahi.

Rencananya pada 15 Desember 2018 Pemkot Cimahi akan melakukan launching paket Wisata Heritage dan Militer Kota Cimahi tersebut. Titik lokasi wisata yang ditawarkan mulai dari Pusdik Armed, Rumah Sakit Dustira, Stasiun KA, Pemasyarakatan Militer, Kerkoff pemakaman Belanda hingga Kampung Adat Cireundeu.

"Jika wisata militer itu nantinya sudah jadi, untuk di Kampung Adat Cireundeu akan disiapkan foto-foto sejarah Kota Cimahi, outbond, pelatihan belanegara dan kuliner khas Cireundeu," kata Ngatiyana.

Sedangkan di tempat militer, lanjutnya, akan menyediakan teater terbuka dan menyiapkan alutsista yang dimiliki TNI agar dapat dilihat masyarakat melalui museum militer.  

Transportasi



Demi memudahkan para wisatawan, kata Ngatiyana, pihaknya akan menyiapkan kendaraan khusus seperti Bandung Tour On The Bus (Bandros) milik Kota Bandung dengan kemasan khas Kota Cimahi.

"Kita perlu memikirkan soal layanan transportasi khusus wisatawan tersebut, memang biayanya cukup tinggi juga. Tapi untuk sementara kita akan menyediakan mobil TNI yang di Kota Cimahi, seperti mobil truk kreo atau mobil antik milik militer saat launching pertama," katanya.

Pihaknya juga mengklaim sudah ada kepastian terkait kerjasama dengan pihak militer untuk mewujudkan paket wisata tersebut. "Kerjasamanya secara pendahuluan sudah dengan anggota militer. Tinggal pelaksanaannya nanti spesifik, kita tinggal mengajukan surat permohonan untuk mengadakan launching wisata heritage kita perlu koordinasi hingga tingkat Mabes TNI AD," ungkapnya. 

Apalagi, tanggal 15 Desember 2018 disiapkam untuk waktu peluncuran program karena bersamaan dengan Hari Juang Kartika TNI AD. "Sebagai penghormatan kepada TNI yang telah memberi ruang bagi kita semua agar bisa lebih dekat dan bersama rakyat," katanya.

Pengelolaan



Ditempat yang sama Kabid Pariwisata Disbudparpora Kota Cimahi, Ero Kusnadi, mengatakan, dengan diadakannya wisata militer tersebut diharapkan para wisatawan bisa melihat bangunan heritage di Kota Cimahi.

"Karena Kota Cimahi bagian dari sejarah militer Belanda pada saat itu. Jadi biarkanlah orang bisa nostalgia ke Cimahi," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, instansi terkait harus menjaga struktur bangunan heritage jangan sampai dirubah agar tidak mengurangi nilai sejarahnya, sehingga harus tetap dipelihara.

Untuk pengelolaannya, kata dia, pihaknya mulai berkerjasama dengan Asosiasi Travel Indonesia (ASITA) Jawa Barat.

"Sebagai buktinya, bahkan salah seorang narasumber pelatihan pemandu wisata ini dari ASITA, jadi kami hanya memfasilitasi supaya nanti ada paket wisata ini dapat ditawarkan kepada para wisatawan," katanya.***

Bagikan: