Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Jabar Siap Angkat Kualitas Perempuan Melalui Sekolah Ibu

Tim Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki satu program yang dirancang guna mengangkat kualitas perempuan yakni program sekolah bagi para ibu.

Mengingat pentingnya sekolah ibu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan agar para bupati dan wali kota turut mendukung pembangunan sekolah perempuan.

Ridwan Kami  menyebut, program itu merupakan bentuk upaya perlindungan perempuan melalui edukasi. Para ibu rumah tangga nantinya akan mengikuti sekolah itu selama dua sampai tiga bulan.

Untuk kurikulum yang akan digunakan, Ridwan Kamil mengatakan, hal itu masih dalam tahap pembahasan. Menurut dia, program tersebut menjadi salah satu langkah mensukseskan semangat Jabar juara lahir dan batin.

“Pak Bupati, Pak Wali Kota, tolong dirikan sekolah perempuan, sekolah untuk ibu-ibu rumah tangga, selama dua sampai tiga bulan untuk menguatkan kekuatan keluarga, nilai-nilai ekonomi dan kekuatan melindungi anak-anaknya,” ujar Ridwan Kamil pada acara Pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 20 September 2018.

“Suatu hari, keberhasilan ini akan menjadi panen dari sebuah semangat Jabar juara lahir dan batin,” lanjutnya.

Menyambung pernyataan Ridwan Kamil, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya memaparkan, program itu berawal dari keprihatinannya akan banyaknya para ibu yang putus sekolah.

Bagi Atalia, ilmu yang paling tinggi adalah ilmu yang didapat dari orangtua, seperti tata krama, sopan santun, nilai-nilai kejujuran hingga soft skill lainnya.

Selain itu, Atalia juga mengatakan bahwa para ibu cenderung kebingungan mengisi waktu luang mereka setelah mengantar anak mereka ke sekolah sehingga sekolah ibu ini diharapkan menjadi solusi dalam mengisi quality time yang membangun kualitas perempuan Jabar.

“Awal ide ini adalah bagaimana saya melihat banyak sekali para ibu yang putus sekolah dan mereka tampaknya belum cukup mumpuni dalam membangun keluarga dimulai dari rumah sendiri,” kata Atalia.

“Kami kira ada baiknya para ibu rumah tangga ini belajar kembali terkait dengan ketahanan keluarga, bagaimana pembangunan perekonomian untuk mandiri, dan lain sebagainya. Kami sudah memiliki berbagai masukan, dan saya kira ini bisa dilakukan,” katanya.

Disinggung terkait target untuk pilot project program, Atalia menegaskan dia akan menjadikan daerah terpencil di pedesaan sebagai target utama.

Hal itu dilakukan karena menurut dia,  perempuan di perkotaan dinilai sudah cukup mumpuni. Terlihat dari seringnya perempuan di perkotaan berkumpul untuk saling berbagi .

“Kita akan coba justru di daerah-daerah yang terpencil, karena itu yang paling membutuhkan. Kalau di kota-kota besar itu nampaknya sudah mumpuni, bahkan mereka (perempuan di perkotaan) ketika berkumpul pun banyak sekali saling berbagi, sharing, dan lain sebagainya. Tapi di pedesaan itu menjadi target utama kami,” ujar Atalia.***

Bagikan: