Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Ini Dia Program 100 Hari Kerja Oded-Yana

Muhammad Fikry Mauludy

SEJAK awal terpilih, Oded Mohamad Danial telah berkali-kali mengulang tema 100 Hari Kerja unggulannya, Bandung Beresih. Oded akui betul, tema ini dipandang remeh; bukan proyek fantastis pemuas kebutuhan warga Kota Bandung.

Lantas ia mengajak publik mengingat kembali longsor sampah yang menelan korban, di TPA Leuwigajah, Cimahi, 21 Februari 2005 silam. Kawasan pembuangan sampah dari warga Bandung Raya itu harus ditutup. Di saat pemerintah tak punya pilihan, tumpukan sampah dari warga mulai berserakan. Julukan Bandung Lautan Sampah menggantikan Si Kota Kembang yang sempat mewangi.

Lepas dari 13 tahun tragedi, Oded menuturkan, kondisi penanggulangan sampah di Kota Bandung seolah takkan kembali terjadi. Masyarakat semakin terbuai dengan raihan 3 kali Piala Adipura, pada 2015, 2016 dan 2017. Namun, ia merasa pengembangan sistem penanggulangan sampah belum menyentuh faktor-faktor yang sifatnya mendasar dalam persoalan persampahan.

“Apa itu persoalan mendasar persampahan? Yaitu perilaku kita sebagai manusia warga Kota Bandung terhadap sampah. Selama ini kita menggunakan prinsip kumpul-angkut-buang dalam menangani sampah kita,” kata suami dari Siti Muntamah itu, di Bandung, Rabu 19 September 2018.

Kesadaran atas ancaman Bandung Lautan Sampah II akan ia tumbuhkan secara konsisten dan masif. Kesadaran baru ini akan membimbing perilaku yang baru sehingga lebih hati-hati dalam memproduksi dan memperlakukan sampah.

Ia menyiapkan gerakan KangPisMan, yaitu Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah di dalam seratus hari kerja ini. Kurangi sampah berarti kesadaran untuk menggunakan kembali barang yang masih bisa kita gunakan, kertas bekas, botol bekas, plastik, styrofoam, dan bahan yang sulit terurai oleh alam.

“Maka, sampah yang akan diangkut oleh Pemerintah Kota Bandung melalui PD Kebersihan menuju TPA semakin berkurang. Pemerintah kota akan mengundang seluruh elemen publik untuk bergabung menjadi Balad Kang Pisman,” ujarnya.

Penyempurnaan Bandung Juara



Program 100 Hari Oded-Yana akan membangun Youth Space atau Pusat Kreativitas Pemuda, Pojok Baca di kelurahan, kecamatan, dan perpustakaan Alun-alun Bandung, pameran literasi, ada pula Disiplin Menyerbang “Martial Art Traffic,” hingga Pelatihan Tenaga Potong Ayam, Gesat (Gerakan Shalat Tepat Waktu), dan insentif guru madrasah.

Mereka juga menyiapkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, bersih, dan melayani melalui program One Day Service Pelayanan Publik Kependudukan, Kampung #GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi), serta Layanan Akta Kelahiran Online.

Dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan, Oded-Yana merancang Kampanye Perubahan Paradigma Kumpul-Angkut-Buang menjadi Gerakan #KangPisMan (Kurangi Pisahkan Manfaatkan) #ZeroWasteLifeSyle, Pembangunan Pusat Daur Ulang di Cicabe, pembuatan instalasi-instalasi pengolahan sampah skala medium dan TPS-TPS 3R, memperbanyakan unit Bank Sampah Induk dan Unit Sedekah Sampah, lalu Sidang Tipiring Pembuang Sampah Liar, Sosialisasi Ulang Tempat Sampah di Kendaraan, dan Aplikasi Edukasi Sampah.

Selain itu, ada program Konversi Angkot, KIR Drive Thru, Pekan Tarif TMB “Gope”, 50 Sekolah Walk To School, Penanaman Rumput Ajaib di Sungai, Tebar Ikan di Sungai, Angkat Sedimen, juga Kolam Retensi, dan Pembangunan Basement Air.

Dalam upaya membangun perekonomian yang mandiri, kokoh, dan berkeadilan, pasangan ini menyiapkan peluncuran Puskesos, Pembentukan Pilot Koperasi Juara Kelurahan, Pembentukan Satgas Rentenir, ATM Beras, hingga pembagian 1000 tanaman buah-buahan.***

Bagikan: