Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Pengangguran di Bandung Barat Tembus Angka 69.000 Orang

Cecep Wijaya Sari
RIBUAN pencari kerja memadati lokasi bursa kerja di Gedung Soedirman, Kompleks Pusdikpassus, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 18 September 2018.*
RIBUAN pencari kerja memadati lokasi bursa kerja di Gedung Soedirman, Kompleks Pusdikpassus, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 18 September 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Angka pengangguran di Kabupaten Bandung Barat saat ini masih cukup tinggi, yakni sekitar 69.000 orang atau 9,3 persen dari total angkatan kerja 740.957 orang. Angka tersebut masih di atas rata-rata nasional, yakni dengan jumlah pengangguran 6,8 persen.

Hal itu terungkap dalam kegiatan bursa kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat di Gedung Soedirman, Kompleks Pusdikpassus, Kecamatan Batujajar, Selasa 18 September 2018. "Setiap tahun, ada sekitar 25.000 lulusan SMA-SMK, 40 persennya melanjutkan pendidikan. Sementara sisanya, mencari kerja," kata Iing Solihin, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Iing, dari sekitar 15.000 pencari kerja setiap tahun, Disnakertrans melalui berbagai programnya bisa membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja bekerja sama dengan sejumlah perusahaan. Namun dia mengakui, tidak semua pencari kerja terserap lantaran berbagai hal, di antaranya kualifikasi yang diminta perusahaan.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya,  kegiatan bursa kerja hanya menyerap sekitar 20 persen pencari kerja. Namun, tidak semua perusahaan yang ikut serta dalam bursa kerja melaporkannya. "Dan juga, tidak berarti pencari kerja yang tidak terserap itu menganggur. Sebab, bisa saja mereka bekerja di luar daerah ataupun membuka usaha sendiri," katanya.

Iing menambahkan, bursa kerja merupakan salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran yang juga berdampak terhadap pengurangan angka kemiskinan. Selain itu, pihaknya juga menggelar berbagai program pelatihan kerja dan kewirausahaan bagi masyarakat Bandung Barat.

Bersaing



Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat Dadang Mohammad Masoem menuturkan, para pencari kerja memang harus siap bersaing agar bisa diterima di perusahaan yang dilamarnya. Sebab, jumlah pencari kerja setiap tahun terus membeludak, sementara kesempatan kerja cenderung stagnan.

"Dalam bursa kerja ini, perusahaan-perusahaan juga menyediakan lowongan yang sesuai dengan latar belakang pencari kerja. Namun, karena jumlah pencari kerja terus bertambah, persaingannya pun ketat," katanya.

Dengan kondisi itu, menurut Dadang, juga membuat pemerintah daerah tak bisa memaksakan perusahaan untuk mempekerjakan warga lokal. Sebab, rekrutmen tenaga kerja pun harus sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

"Kami hanya bisa mengimbau agar perusahan memprioritaskan warga lokal. Namun, tidak bisa dipaksakan. Jadi, kami juga mendorong agar pencari kerja mempelajari persyaratan yang dibutuhkan perusahaan dan usahakan bisa memenuhinya," tutur Dadang.

5.800 lowongan



Sementara itu, bursa kerja kemarin dipadati ribuan pencari kerja. Ada 5.800 lowongan pekerjaan untuk SLTA, D1, S 1 hingga S 2 dari 40 perusahaan se-Bandung Raya. Sejumlah perusahaan itu bergerak di  berbagai bidang, di antaranya retail, konstruksi, farmasi, garment, tekstil, dan perdagangan.

Salah seorang pencari kerja, Dewi (18) warga Kampung Patrol Desa Pataruma  Kecamatan Cihampelas mengaku serius ingin bekerja, selepas menyelesaikan pendidikannya di SMK. Saat datang ke bursa kerja, ia sudah menyiapkan berbagai persyaratan administrasi. "Saya sih masukin lamarannya paling-paling ke tekstil. Pokoknya yang penting bisa cari duit dan halal," ujarnya. 

Rekrutmen Manager PT Ateja, Nathalie Agustine mengungkapkan, bursa kerja menjadi salah satu media untuk melakukan rekrutmen di perusahaannya. Pada bursa kerja kali ini, perusahaannya menyediakan puluhan lowongan untuk berbagai posisi.

"Mulai dari pekerja sampai karyawan kami tawarkan, sedangkan untuk pendidikan terakhir yang disyaratkan itu minimal SMA/SMK semua jurusan," katanya.***

Bagikan: