Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Ketua DPRD Cimahi Jadi Korban Kejahatan Jalanan

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Kejahatan jalanan kerap terjadi di kawasan Jalan Pesantren Kota Cimahi. Kondisi jalan yang lengang terutama di malam hari dengan akses langsung ke perbatasan Kota Bandung ditengarai menjadi pemicu tingginya angka kejahatan di kawasan tersebut.

Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Gunawan turut merasakan kerawanan di Jalan Pesantren. Mobil dinas berplat merah yang dipakainya menjadi korban kejahatan dengan modus pecah kaca saat diparkir di Jalan Pesantren Permai.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 9 September 2018 sekitar pukul 19.00 WIB, saat mobil sedan Toyota Camry dengan nomor polisi D 3 T ditinggal sopir sejenak ke Kantor DPC PDIP Kota Cimahi, Jalan Pesantren, yang berjarak 100 meter. Mobil tersebut terparkir jauh dari lokasi yang dituju karena sedang ada kegiatan sehingga tak bisa mendekat.

Pelaku berhasil menggondol tas tangan milik Eka Gunawan, istri Achmad Gunawan. Tas berisi telefon genggam, uang tunai Rp 4 juta dan perhiasan anak. Dengan demikian korban mengalami kerugian hingga Rp 10 juta rupiah.

Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan membenarkan hal tersebut.  "Sepertinya pelaku mengintip dulu ke dalam mobil di area yang sepi. Ada tas di dalam, langsung kacanya digetok hingga pecah dan tas digondol," ujarnya. 

Berulang kali



Kejadian serupa ternyata sudah berulang di lokasi yang sama. Sebelumnya turut menimpa jajaran pengurus DPC PDIP Kota Cimahi lainnya. "Setelah kejadian saya langsung menghubungi Kapolres Cimahi agar ada penanganan. Beliau menurunkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Maksud saya menghubungi bapak kapolres, karena disitu kejadiannya lebih dari 3 kali, bahkan ada tetangga di situ juga pernah jadi korban," ungkapnya.

Dia berharap kepolisian meningkatkan pengamanan di kawasan tersebut. Termasuk, masyarakat setempat juga ikut terlibat dalam pengamanan wilayah. "Daerah itu rawan,  ini enggak bener. Semua elemen masyarakat baik pihak berwajib maupun masyarakat meningkatkan pengawasan keamanan, harus ronda disitu," imbuhnya.

Agun menduga, kejadian-kejadian kejahatan di Jalan Pesantren seperti dipelihara. Pihaknya tidak mau kejadian itu terulang kembali, apalagi kalau sampai menimpa masyarakat. "Mobil jabatan plat merah saja sudah tidak dihargai oleh pelaku, yang penting pelaku melihat ada sesuatu yang dapat diambil dari dalam mobil yang tentunya berisi barang berharga. Bukan soal saya yang jadi korban, tapi jangan sampai ada korban lain apalagi warga. Sebab kalau hanya sampai menimpa materi masih lumayan tetapi kalau sampai nyawa kerugiannya sudah tidak dapat terukur," pungkasnya.***

Bagikan: