Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.1 ° C

Waspada Kejahatan Begal hingga ke Daerah Perbatasan

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto meminta jajaran polres di wilayah Polda Jabar tak menganggap remeh kejahatan jalanan. Setiap Kapolres dan anggotanya perlu mewaspadai ancaman kejahatan begal yang kemungkinan bergeser ke daerah perbatasan.

"Kejadiannya baru satu di Kota Bandung hingg menyebabkan korban tewas. Potensi pergeseran pelaku begal ke daerah perbatasan itu sangat besar, untuk itu saya perintahkan anggota di setiap Polres tidak meremehkan segala bentuk ancaman," ujarnya ditemui di Lapangan Brigif 15 Kujang II Jalan Kebon Rumput Kota Cimahi, Selasa 4 September 2018.

Untuk mengantisipasi dan menekan tindak pidana pembegalan atau yang lainnya, Agung akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah untuk memasang CCTV.

"Pemasangan CCTV terutama di tempat yang rawan tindak pidana. Petugas kepolisian kan tidak bisa standby 24 jam penuh. Tentunya akan sangat terbantu dengan sistem digital security. Nanti sistemnya terintegrasi dengan pemprov dan pemkot," tuturnya.

Jika pemasangan CCTV sudah terlaksana, hal tersebut akan membantu pihak kepolisian melakukan patroli di titik rawan dan memudahkan pengungkapan suatu kasus.

"Ketika ada tindak pidana terjadi disaat tidak ada petugas yang berjaga, paling tidak kita punya alat bukti untuk mengungkap kasus tersebut," ucapnya.

Preventif



Agung juga meminta agar anggotanya mengutamakan tindakan preventif dan preemtif terkait pencegahan kemungkinan tindak pidana begal.

"Sebetulnya tidak ada instruksi tembak di tempat. Kita lihat hakikat ancamannya, karena polisi sudah terlatih menghadapi ancaman. Tapi kalau memang membahayakan nyawa petugas atau masyarakat umum, dan penanganannya membutuhkan tindakan tegas terukur, ya bisa saja, tapi itu opsi terakhir," ujarnya menegaskan.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat turut memiliki andil menjaga lingkungan dan diri sendiri dengan tidak memancing potensi tindak pidana.

"Anak-anak muda atau siapapun yang nongkrong di tempat tertentu diminimalisir karena bisa mengundang perselisihan. Kami punya diskresi untuk membubarkan tongkrongan, tapi prioritas lebih pada penanganan preventif," ucapnya menandaskan.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, memastikan pihaknya sudah melakukan optimalisasi peran intel dan Babhinkamtibmas di masyarakat sebagai antisipasi kerawanan pembegalan.

"Sebetulnya di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat juga sangat berpotensi, hanya kami juga sudah mengantisipasi dengan meningkatkan intensitas patroli dan penebalan petugas di sejumlah titik," katanya.***

Bagikan: