Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 26.6 ° C

Smash Tawarkan Solusi Digital untuk Permasalahan Sampah

Dua bocah berjalan melintasi tumpukan sampah TPA Cipayung yang longsor dan menutupi sebagian Kali Pesanggrahan di perbatasan Kecamatan Cipayung-Sawangan, Kota Depok, Minggu 15 Juli 2018. Longsor TPA Cipayung yang kerap terjadi membahayakan warga.
Dua bocah berjalan melintasi tumpukan sampah TPA Cipayung yang longsor dan menutupi sebagian Kali Pesanggrahan di perbatasan Kecamatan Cipayung-Sawangan, Kota Depok, Minggu 15 Juli 2018. Longsor TPA Cipayung yang kerap terjadi membahayakan warga.

SALAH satu permasalahan hampir di seluruh Indonesia adalah terkait masalah sampah. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah anorganik ke laut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperkirakan bahwa pada tahun 2019 jumlah total sampah di Indonesia akan ­mencapai 68 juta ton.

Bahayanya adalah masih banyaknya masyarakat yang berpikir bahwa sampah ini bukanlah sebuah masalah besar. Dengan demikian, kebiasaan membuang sampah masih saja kita temukan dan hal ini meng­akibatkan banjir dan kerusakan alam sekitar kita. Selain itu, sampah juga membawa dampak yang sangat buruk bagi kesehatan bagi penduduk sekitarnya jika tidak dapat ­ditanggulangi. 

Pemerintah sendiri di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperkirakan bahwa pada tahun 2019 jumlah total sampah di Indonesia akan mencapai 68 juta ton. Jumlah yang sangat tinggi dan akan berkembang menjadi masalah yang sangat beragam bagi kesehatan dan kesejahteraan masayarakat Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, masayarakat yang peduli tidak tinggal diam, mereka ber­upaya membuat suatu gerakan dan perubah­an-perubahan serta upaya-upaya dalam penanganan masalah sampah ini. Potensi penyelesaian permasalahan sampah dan ­pengelolaannya menjadi salah satu pelauang bisnis startup di Indonesia. 

Sekumpulan anak muda melihat adanya potensi dan peluang tersebut. Putra Fajar Alam sebagai Chief Executive Officer, Addin Gama Bertaqwa sebagai Chief Technology Officer, Sari Wulandari sebagai Chief Marketing Officer, Alfian Hidayat sebagai Chief Mobile Officer, dan Ari Apridana sebagai Chief Security Officer membuat sebuah ­aplikasi yang mengintegrasikan pengelolaan sampah di seluruh Indonesia dengan nama "Sistem Online Manajemen Sampah” (Smash).

Aplikasi terintegrasi



Smash sendiri bertujuan menjadi platform National Manajemen Sampah dengan 3 fungsi utama yaitu :

1. Aplikasi Manajemen Sampah Nasional

Dengan konsep aplikasi yang terintegrasi secara nasional dan dapat menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dalam masalah sampah, Smash dapat menjadi ­platform untuk berbagai upaya pengelolaan sampah di Indonesia. 

2. E-Smash 

Merupakan kolaborasi dengan pemerintah lokal sebagai smart city untuk manajemen sampah yang disebut e-Smash. Proses ­digitalisasi bank sampah yang dilakukan di Smash, mengacu pada konsep aplikasi ­internet banking.

3. Aplikasi Komunitas Pribadi: mySmash 

Berfungsi memfasilitasi pelanggan dan komunitas melalui aplikasi seluler dan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif komunitas untuk lebih peduli tentang sampah. 

Ide sederhana dari penanggulangan sampah secara menyeluruh tetapi menjadi sebuah inovasi dan terobosan baru yang cerdas, di mana aplikasi ini dapat menghubung­kan orang-orang secara digital terkait permasalahan sampah. 

Ide startup ini muncul dikarenakan tumbuh kembangnya bank sampah di Indonesia. Bank Sampah itu sendiri merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan. Penyetor adalah warga yang tinggal di ­sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.

Kolaborasi dengan ribuan bank sampah



Berdasarkan data dari pemerintah, ada 5.244 bank sampah di seluruh Indonesia ­pada 2017. Smash telah memvalidasi bebe­rapa masalah utama dalam pengelolaan ­sampah, seperti: berkolaborasi dengan Bank Sampah di seluruh Indonesia, lebih dari 1.080 bank sampah terdaftar dari 32 provinsi di Indonesia (20% dari semua bank sampah di Indonesia). 

Ide cerdas ini telah menghasilkan beberapa pencapaian yang diraih oleh Smash antara lain juara Innovation and Collaboration ­Development 2016 dari The Asia ­Foundation, program inkubasi oleh Indigo Creative Nation Batch I 2016 dan beberapa pencapaian lainnya. 

Perusahaan rintisan berbasis internet atau startup Smash ini menjadi salah satu contoh peluang startup yang tumbuh dan memperkaya pertumbuhan startup di Indonesia. Startup lokal seperti inilah yang membuat generasi milenial tertarik untuk turut serta membangun usaha baru dan meraih ke­suksesan menjadi Next Unicorn Indonesia. 

Dengan kata lain, jika ingin membangun sebuah startup yang berhasil maka perencanaan bisnis yang tepat akan sangat dibutuhkan di tengah tingginya persaingan ­startup yang bermunculan. Ketika ide dan ­inovasi muncul dari dari seorang entrepreneur maka menjadi penting untuk membuat ­sebuah perencanaan bisnis dengan ­merumuskan ­bisnis model yang tepat untuk dapat di­kembangkan. 

Perencanaan menyeluruh yang mencakup jangka pendek dan jangka panjang harus diperhatikan dan dipersiapkan. Rencana jangka pendek dapat menjadi sebuah langkah bertahap bagi startup dalam mengenalkan layanan kepada pengguna dan meng­implementasikan model bisnis yang tepat ­sehingga bisnis akan berjalan dengan baik dan semakin melesat berkembang. (Lia ­Yuldinawati, CEC)***

Bagikan: