Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.6 ° C

Pencurian Berkedok Pembantu Rumah Tangga Terjadi di Cimahi

Ririn Nur Febriani
POLISI meminta keterangan dari pelaku pencurian dengan kedok sebagai pembantu rumah tangga di Mapolres CImahi, Jalan Amir machmud, Kota CImahi, Senin 3 September 2018.
POLISI meminta keterangan dari pelaku pencurian dengan kedok sebagai pembantu rumah tangga di Mapolres CImahi, Jalan Amir machmud, Kota CImahi, Senin 3 September 2018.

CIMAHI, (PR).- Berkedok sebagai pembantu rumah tangga, Seni Apriliani (28) bersama suami Joy alias Rudi menggasak perhiasan emas seberat 110 gram ditambah sejumlah barang mewah milik majikan. Tersangka Seni dapat diamankan petugas, sedangkan Joy dalam pelarian sehingga masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Jajaran Satreskrim Polres Cimahi telah mengamankan pelaku berinisial SA karena kasus pencurian dengan pemberatan di tempatnya bekerja. Kami mengamankan pelaku di kediamannya di Tasikmalaya, kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya. Tersangka lain dalam pengejaran," ujar Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara kepada wartawan di Mapolres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Senin 3 September 2018.

Seni baru bekerja selama 6 bulan si kediaman Dasuki Syarif, warga Jalan Cihanjuang, RT 03/01, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Saat pemilik rumah lengah dan pergi keluar rumah, Seni bersama Joy melancarkan aksinya.

"Dari rumah tersebut, SA yang dalam aksinya dibantu sang suami mengambil sejumlah barang berharga milik majikan. Seperti perhiasan emas hingga 110 gram, jam tangan, telefon genggam," katanya.

Barang yang diambil terdiri dari 4 buah gelang emas dengan berat total mencapai 80 gram, 4 buah cincin emas seberat 30 gram, 4 buah jam tangan merk Guess dan Fossil, 4 unit gawai telefon genggam berbagai merk. 

"Pelaku ini selama bekerja mencoba memahami bagaimana kebiasaan korban menyimpan kunci kamar tempat barang berharga disimpan. Pelaku mengambil kunci kamar yang disimpan di rak. Setelah kunci didapat, mereka kemudian mencongkel lemari tempat penyimpanan semua harta benda milik majikannya," tuturnya.

Total kerugian korban diperkirakan lebih dari Rp100 juta. Perhiasan emas yang didapat dijual seharga Rp 60 juta. Hasil penjualan emas itu kemudian dibagi antara pelaku, SA mendapatkan jatah Rp20 juta, sedangkan suaminya, Joy,  mengamankan uang senilai Rp40 juta. J berhasil melarikan diri bersama uang tersebut sesaat setelah istrinya diamankan.

"Uang hasil penjualan emas  kemudian dibelikan sejumlah barang, seperti motor baru, lemari pakaian, kasur, dan perabotan rumah tangga lainnya," terangnya.

Residivis



Rusdy menegaskan bahwa kedua pelaku merupakan residivis yang telah sering melakukan aksi serupa di sejumlah daerah. Pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

"Kami masih mencari kemungkinan ada korban lain yang belum melapor. Kami meminta pada pelaku Joy untuk segera menyerahkan diri. Pelaku dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," imbuhnya.

Pihaknya meminta masyarakat mewaspadai aksi pencurian dengan modus menjadi PRT. "Jika memiliki pekerja di rumah agar melakukan seleksi dengan baik. Tetap waspada, pastikan menyimpan barang berharga secara aman," tandasnya.

Tersangka Seni saat ini sudah berada di ruang tahanan Mapolres Cimahi. Kepada petugas, Seni mengaku melakukan aksi pencurian tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Sama suami mencurinya, waktu majikan sedang keluar rumah. Sudah beberapa kali, terpaksa untuk kebutuhan sehari-hari dan ingin barang-barang yang bagus juga," ucapnya.***

Bagikan: