Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Cerah berawan, 28.8 ° C

Para Supir Angkot Cimahi Diperiksa Kesehatan

Ririn Nur Febriani
SEJUMLAH sopir angkutan umum memeriksakan kesehatannya di posko pemeriksaan kesehatan gratis di Pasar Antri, Jalan Sriwijaya, Kota CImahi, Kamis, 30 Agustus 2018. Acara yang digagas Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi tersebut untuk memeriksakan kesehatan para sopir dan memastikan tidak ada sopir yang dalam pengaruh minuman beralkohol.*
SEJUMLAH sopir angkutan umum memeriksakan kesehatannya di posko pemeriksaan kesehatan gratis di Pasar Antri, Jalan Sriwijaya, Kota CImahi, Kamis, 30 Agustus 2018. Acara yang digagas Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi tersebut untuk memeriksakan kesehatan para sopir dan memastikan tidak ada sopir yang dalam pengaruh minuman beralkohol.*

CIMAHI, (PR).- Tak melulu pemeriksaan kendaraan, pengemudi angkutan umum turut jadi sasaran pemeriksaan kesehatan. Hal itu dilakukan memastikan kesehatan pengemudi layak mengendarai kendaraan karena menyangkut keselamatan penumpang.

Pada Kamis 30 Agustus 2018, Sejumlah pengemudi angkutan umum alias angkot memeriksakan kesehatannya di Terminal Pasar Antri Jalan Sriwijaya Raya Kota Cimahi. Gelaran pemeriksaan kesehatan diinisiasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi. Ada tujuh petugas, termasuk dokter yang diterjunkan untuk memeriksakan kesehatan para sopir.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, acara pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir angkot dilakukan untuk memastikan kesehatan mereka. Untuk pemeriksaan kesehatan kali ini, pihaknya tidak menemukan sopir angkot yang tengah di bawah pengaruh alkohol. Petugas hanya menemukan sopir yang mengalami sakit biasa.

"Sejauh ini keluhannya pusing, batuk. Enggak ada sopir dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang, justru itu yang kita hindari," ungkapnya.

Jika kedapatan ada sopir yang tengah dalam keadaan mabuk atau dalam pengaruh alkohol, pihaknya akan langsung mengintruksikan agar segera dilakukan penggantian.

"Sejauh ini tidak ada. Pemeriksaan kesehatan hanya fisik saja, kalau sesuai identifikasi dokter perlu istirahat maka sebaiknya sopir tersebut diganti," tuturnya.

Dikatakan Ranto, pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir ini sangat penting untuk dilakukan. Sebab, dengan sopir yang sehat, maka keamanan penumpang pun lebih terjamin.

"Kita ingin penumpang itu keselamatannya lebih terjamin. Banyak sopir bawa kendaraan dalam kondisi kurang sehat baiknya istirahat karena mereka bawa penumpang. Kesehatan harus terjaga, sopir yang sehat dapat mengendarai kendaraan dengan prima sesuai aturan dan mengantar penumpang sampai tujuan dengan selamat," ujarnya.

Selain sopir, dalam pemeriksaan kali ini banyak juga penumpang dan pengunjung pasar yang memanfaatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan tersebut. "Kami gelar 3 kali dalam setahun," tuturnya.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi Dr Romi Abdurakhman menyatakan, rata-rata keluhan gangguan kesehatan yang dialami sopir seperti badan pegal, sakit perut, gangguan lambung, darah tinggi bagi usia lanjut, hingga ambeien.

"Terutama karena mereka banyak duduk saat menjalankan angkot kurang aktivitas. Untuk gangguan lambung terutama magh dan sakit perut biasanya karena makan sembarangan, seadanya, dan tidak teratur. Kandungan gizinya kurang diperhatikan," ucapnya.

Hidup sehat



Pihaknya menyarankan para sopir menjalankan hidup bersih dan sehat. Mulai dari istirahat cukup, makan makanan gizi seimbang, termasuk aktivitas olahraga rutin. "Disela-sela menunggu penumpang di terminal, bisa jalan kaki keliling. Olahraga secara rutin sangat dianjurkan," katanya.

Terutama, para sopir agar menghentikan kebiasaan merokok. "Kalau bisa, merokok dihentikan atau dikurangi," tuturnya.

Salah satu sopir angkot yang melakukan pemeriksaan kesehatan, Cucu (25), mengaku sudah 3 hari mengalami diare. "Terus-terusan buang air besar. Lamanya di terminal atau pom bensin karena bolak balok kamar mandi," ujarnya.

Diakui, dirinya kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi. "Cari makan yang ada aja. Jadi, memang bisa jadi enggak bersih dan kurang gizinya," ucapnya.

Dia merasa terbantu dengan Kegiatan tersebut. "Belum sempat periksa dokter karena harus setoran sama yang punya angkot, akhir bulan sepi. Tadi dikasih obat mudah-mudahan sembuh," ucapnya.***

Bagikan: