Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 29 ° C

Pasarkan Kemasan Pangan Rusak, Ritel Diberi Peringatan

Ririn Nur Febriani
TIM terpadu Pemerintah Kota Cimahi melakukan sidak disalah satu toko modern di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Rabu, 29 Agustus 2018. Sidak yang dilakukan dibeberapa ritel yang ada di Kota Cimahi tersebut dengan sasaran produk pangan yang kemasannya rusak atau tidak layak.*
TIM terpadu Pemerintah Kota Cimahi melakukan sidak disalah satu toko modern di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Rabu, 29 Agustus 2018. Sidak yang dilakukan dibeberapa ritel yang ada di Kota Cimahi tersebut dengan sasaran produk pangan yang kemasannya rusak atau tidak layak.*

CIMAHI, (PR).- Pemerintah Kota Cimahi temukan sejumlah produk pangan dengan kemasan kaleng yang rusak saat melakukan sidak di sejumlah toko modern di Kota Cimahi, Rabu 29 Agustus 2018. Barang rusak langsung ditarik dari rak pajang, ritel harus menjual produk pangan layak konsumsi sebagai bagian dari pemenuhan hak konsumen.

Tim terdiri dari Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind), Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (Dispangtan), Dinas Kesehatan (Dinkes), Bagian Ekonomi Setda Kota Cimahi, Dinas Damkar dan Pol PP Kota Cimahi, serta didampingi Polres Cimahi. 

Pantauan "PR" di lapangan, tim terpadu Pemkot Cimahi melakukan sidak di toko modern di Jalan Jenderal Amir Mahmud, Jalan Gempol Asri, hingga Jalan Kerkoff. 

Di lokasi pertama di toko modern di Jenderal Amir Mahmud, petugas menemukan produk kental manis dengan kemasan kaleng yang rusak berupa penyok hingga menggembung sebanyak 8 buah.

Petugas langsung meminta manajemen toko melakukan penarikan dari rak pajang. 

Di toko modern di Jalan Gempol, petugas menemukan 52 produk pangan kemasan kaleng olahan ikan dan daging berbagai merk dalam kondisi rusak seperti penyok dan berkarat. Hal serupa ditemukan di toko modern Jalan Kerkoff sebanyak 24 buah. 

Tim langsung meminta produk rusak langsung ditarik Serta memberikan peringatan agar produk rusak tersebut tidak dijual.

Kepala Seksi Perdagangan Disdagkoperind Kota Cimahi, Agus Nirwan, mengatakan, sidak tersebut merupakan tindaklanjut atas kegiatan bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dua bulan lalu.

"Sidak awal ada temuan, toko modern telah mendapat rekomendasi salah satunya melakukan penarikan dan kembalikan barang ke distributor.  Tapi setelah kami cek masih ditemukan delapan produk yang sama dengan kemasan rusak berupa penyok dan kembung," ujarnya.

Atas hal tersebut, pihaknya meminta pengelola toko modern agar memperketat pemilahan produk saat hendak dipasarkan. 

Menurut dia, kerusakan kemasan bisa terjadi akibat pemindahan barang. Karena saat produk itu disimpan dirak, banyak yang terjatuh saat hendak dibeli masyarakat.

 

"Jadi khusus untuk produk-produk kaleng mereka seharusnya hati-hati dalam memasarkannya, perketat seleksi barang. Kalau jatuh oleh masyarakat, pihak pengelola seharusnya bisa secepatnya mengganti produk kemasan kaleng yang telah jatuh tersebut," katanya.

Menurut dia, toko modern harus menjual produk barang berkualitas dan aman dikonsumsi. "Kondisi kemasan penyok, menggembung, hingga berkarat termasuk kategori rusak. Sedangkan, masyarakat berhak membeli barang pangan dana kondisi baik. Kalau kemasan menggembung, tidak menutup kemungkinan sudah terkontaminasi," ungkapnya.

Penjualan produk rusak dinilai melanggar UU No. 18/2012 tentang Pangan, UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, Serta Perda Kota Cimahi No. 9/2014 tentang Perlindungan Konsumen. Sehingga pengusaha dilarang untuk menjual produk yang telah rusak.

"Sejauh ini kita pembinaan dulu. Kita keluarkan surat peringatan 1, jadi berupa sanksi administrasi. Kami minta mereka lebih perhatikan lagi produk yang bakal dijual harus dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Masyarakat juga harus teliti dalam memilih produk, pastikan kemasan dalam kondisi baik, dan layak konsumsi," kata Agus.

Pembelajaran



Sementara Chief Operation Yogya Plaza Cimahi, Jovani mengatakan, dengan adanya penarikan produk yang rusak menjadi pembelajaran. "Supaya Kami bisa lebih teliti lagi dalam menyortir barang saat hendak dipajang," ujarnya.

Disinggung terkait temuan delapan kemasan kaleng kental manis yang rusak, ia mengakui merupakan kelalaian dari pihak pengelolanya.

"Terkait penemuan itu (kemasan yang rusak) itu kelalaian juga dari kita. Untuk kemasan kaleng kembung kondisinya sudah kembung dari distributor.  Sedangkan untuk kemasan penyok bisa jadi karena kelalaian sortir atau jatuh oleh konsumen. Saya sempat lihat saat konsumen ingin membeli ada kemasan yang terjatuh kemudian dikembalikan lagi ke rak karena konsumen inginnya kemasan yang bagus. Ini menjad perhatian kami ke depannya," ucapnya.***

Bagikan: