Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

Warga Terdampak Kekeringan Butuh Bak Penampungan Air

Ecep Sukirman
WARGA mengantre saat mengambil air resapan menggunakan galon dan jerigen untuk keperluan rumah tangga di sumber air resapan yang mulai mengering di kampung Cibuni, desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Senin, 27 Agustus 2018. Akibat kemarau yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih ke setiap daerah yang mengalami  krisis air dan kekeringan.*
WARGA mengantre saat mengambil air resapan menggunakan galon dan jerigen untuk keperluan rumah tangga di sumber air resapan yang mulai mengering di kampung Cibuni, desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Senin, 27 Agustus 2018. Akibat kemarau yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih ke setiap daerah yang mengalami krisis air dan kekeringan.*

SOREANG, (PR).- Selain membutuhkan distribusi air bersih, warga terdampak kekeringan pada musim kemarau ini membutuhkan bak penampung air, pompa air, dan pipa paralon saluran air. Para aparat kewilayahan baik di pemerintahan kecamatan maupun desa, diharapkan terus memberikan data laporan titik terdampak kekeringan.

"Selain membutuhkan air bersih, ada juga pengajuan kebutuhan lainnya seperti bak penampungan, pompa air, dan pipa pralon. Kebutuhan ini menjadi warna yang berbeda dan dianggap sangat penting sekali di lapangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Ini sangat darurat," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Ahmad Johara di Soreang, Selasa, 28 Agustus 201.

Dengan berbagai kebutuhan masyarakat tersebut, lanjut Ahmad, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lainnya dalam hal penanganan pemenuhan kebutuhan air bersih ini. Sebab, dijelaskan Ahmad, saat ini penanganan kebencanaan kekeringan yang saat ini dilakukan masih menggunakan anggaran reguler, bukan anggaran biaya tidak terduga (BTT).

Alasannya, dikatakan dia, penggunaan BTT ini digelontorkan saat terjadi peningkatan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana.

Dalam kesempatan itu, Ahmad menegaskan, bagi masyarakat yang membutuhkan distribusi air bersih dapat segera menghubungi BPBD Kabupaten Bandung di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang. Dengan adanya pengajuan permohonan tersebut, pihaknya pun berjanji akan langsung menindaklanjutinya melalui call center (022) 858 72591.

Pasokan normal



Dihubungi terpisah, Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan pada PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Tati Sri Hartati mengatakan, saat ini pasokan air bersih untuk pelanggan PDAM khususnya di wilayah Kabupaten Bandung masih dalam kondisi normal. Meskipun demikian, pihaknya saat ini turut mengantisipasi kebutuhan air bersih bagi warga bukan pelanggan PDAM yang memerlukan air bersih.

Diakui dia, pihaknya pun sempat menyalurkan air bersih untuk warga di wilayah Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. Mengantisipasi kebutuhan air bersih pada musim kemarau ini, dijelaskan Tati, pihaknya menyiapkan 6 tanki air bersih berkapasitas 5.000 liter.

Beberapa titik layanan air bersih PDAM Tirta Raharja telah disiapkan untuk melayani kebutuhan air bersih, baik bagi pelanggan PDAM maupun untuk masyarakat luas yang memerlukan pasokan air bersih.

Adapun untuk di wilayah Kabupaten Bandung pihaknya mengaku telah menyiapkan armada tanki di titik-titik pelayanan tertentu. Pihaknya pun membuka layanan pendistribusian pemenuhan air bersih bagi warga di luar pelanggan PDAM Tirta Raharja yang membutuhkan air bersih ini yang dikoordinir pengurus wilayah setempat dan berkoordinasi dengan pemerintahan setempat.

"Nanti dari pihak kami akan menindaklanjuti permohonan  bantuan air bersih itu berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Bandung. Sebab yang menentukan lokasi kebutuhan distribusi air itu dari BPBD. PDAM sebagai operatornya, kami siap membantu penyaluran air bersih," kata dia.***

Bagikan: