Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 20.6 ° C

Masih Banyak Warga Bandung Barat Buang Air Besar Sembarangan

Cecep Wijaya Sari

NGAMPRAH, (PR).- Wilayah Kabupaten Bandung Barat hingga kini belum terbebas dari perilaku warga yang buang air besar sembarangan. Dari 165 desa, baru 73 desa yang sudah mendeklarasikan open defecation free (bebas dari BAB sembarangan).

"Namun bukan berarti, desa-desa yang belum mendeklarasikan ODF, warganya BAB sembarangan semua. Hanya, masih ada beberapa yang berperilaku demikian," kata Hernawan Widjajanto, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Selasa, 28 Agustus 2018.

Menurut Hernawan, perilaku BAB sembarangan, seperti di kebun atau sungai bukan semata-mata karena warga tak memiliki jamban di rumahnya. Namun, hal itu dipengaruhi kebiasaan yang belum sepenuhnya bisa diubah.

Dia mencontohkan, warga yang tinggal dekat aliran sungai masih ada yang terbiasa buang air besar di sungai. "Padahal, di rumah mereka sudah ada jamban. Namun, mereka lebih memilih BAB di sungai," katanya.

Dalam hal ini, Dinas Kesehatan melalui petugas di puskesmas setempat terus memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai dampak BAB sembarangan. Sebab, perilaku tersebut rentan menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare.

Hernawan mengungkapkan, desa-desa yang belum bebas dari BAB sembarangan itu tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, wilayah selatan terutama yang ada dekat aliran sungai menjadi perhatian Dinas Kesehatan untuk diberikan sosialisasi.

"Ada 10 desa di 6 kecamatan di wilayah selatan yang terus kami bina. Pada 2015, daerah-daerah itu mendapatkan bantuan juga dari program Millenium Challenge Account Indonesia (MICA) untuk diberi penyuluhan mengenai ODF," katanya seraya menambahkan, tahun ini ditargetkan 90 desa sudah bebas dari BAB sembarangan.

Dia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta pemerintah desa untuk menyediakan fasilitas MCK, jamban, dan septic tank communal. Pengadaan berbagai fasilitas ini juga mendukung terwujudnya daerah ODF.

"Untuk pengadaan fisik seperti itu, kami juga arahkan agar pemerintah desa bisa memanfaatkan Dana Desa. Sebab, Dinas Kesehatan hanya memberikan penyuluhan untuk mengubah perilaku masyarakat," katanya.

Sementara itu, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Yadi Hendradi mengungkapkan, saat ini warga di desanya sudah tak ada lagi yang BAB sembarangan. Hanya, masih ada yang belum memiliki septic tank communal, sehingga pembuangan disalurkan ke selokan.

"Sudah ada rencana untuk membangun septic tank, tetapi masih terkendala ketersediaan lahan. Jadi sementara, selokan yang jadi pembuangan itu ditanami ikan," tuturnya.***

Bagikan: